Monday, January 27, 2020

PEGUKUHAN PANITIA PASKA OMK PAROKI KRISTUS TERANG DUNIA YIWIKA 2020

     Admin ; OMK Yiwika
     Blog     : https://omkparokiyiwikainfo.blogspot.com/



                         Panitia Paska  Orang Muda Katolik  Paroki Yiwika Thn 2020

PANOITIA PASKA 2020

Info_OMK yiwika-Panitia Paskah Orang Muda Katolik Paroki KTD YiwikaTahun 2020...Hari Minggu  secara Resmi dilantik/Dikukuhkan oleh Pastor Modestus Teniwut OFM Selaku Pastor Paroki.
Komposisi Kepanitiaan sbb:
Ketua Panitia Paskah
1.Agus Wantik
2.Boni Logo
Sekertaris
1.Markus Wantik
2.Junius Entama
Bendahara
1.Marta Dabi
2.Royzaldo Logo
Kordinator Seksi Usaha Dana...Imanuel Mabel dan Semua Pengurus OMK Stasi/Kring dan Kombas
Dari Wilayah 01 sampai dengan Wilayah 07...Yang jaih Mwndekat Yang Dekat Merapat utk merealisasikam Kehendak Allah,yaitu Mewartakan Suka Cita Injil Kepada Semua. (
By-OMK)

Monday, January 20, 2020

MINGGU 19 JANURI 2020 KUPY(KATEGORIAL UMAT PAROKI KTD YIWIKA) MEGADAKAN KUNJUNGAN PASTORAL Di Kring/Kapela Kristus pembawa Damai Mulima

 KUPY mengadakan Ibadah Sabda Bersama umat Kring Mulima,setelah misa Lanjut Dengan Diskusi.

Diskusi dengan umat Kring Mulima 
Kupy mengetengahkan pikirannya tentang Nilai-Nilai  Hidup orang Balim yang  telah diwariskan oleh  Leluhur mereka Yaitu tentang osili/pekarangan Rumah yang menjadi pusat perhatian dan merupakan program unggulan yang dirintis oleh Kupy.Kepengurusan Kupy ini DiKukuhkan Tanggal 31 Desember 2020 oleh Pastor Ambrosius OFM.
Sebanyak 35  Pengurus Kupy yang menerima pengukuhan ini,juga berkomitmen,utk melihat Beberapa Bidang yang berkaitan erat dengan Kehidupan Orang Baliem yakni:
 -Budaya sebagaimana dimuat 
  diparagraf awal
-Pendidikan
-Kesehatan
-Sosial danEkonomi
Dalam perjumpaan ini,Seluruh Anggota Kupy  juga umat yang dikunjungi mengalami tanda sukacita,kebersamaan ,persodaraan,kekeluargaan,kesatuan dan persatuan sebagai satu keluarga yaitu Anak-anak Allah yang akan menjadi alih waris surga dibumi tercinta papua.by pilo.

Friday, January 10, 2020

OMK_Apa dan Siapa Mereka?




          "orang muda katolik paroki yiwika"

Info_omk_Seperti apa potret Orang Muda Katolik Indonesia saat ini? Pertanyaan yang sedemikian kompleksnya, hingga kita pun sulit memberi jawab atasnya. Apa varian-varian yang bisa kita angkat menjawab ‘potret' darinya kita bisa mendapat gambaran tentang Orang Muda katolik? Kuantitasnya? Kualitasnya? Atau apa?

Adalah setiap orang muda yang sudah dibaptis dalam gereja katolik, dengan rentang usia 13-35 tahun, dan belum menikah menunjuk siapa yang disebut sebagai Orang Muda katolik. Demikian luas jangkauannya, menunjuk pula pada beraneka ragamnya wadah yang menaungi mereka. Tanpa pula lupa, mereka yang justru tidak berada dalam wadah apa pun yang menjadi komunitas berkumpulnya orang-orang muda katolik ini. Mereka justru berada dalam jumlah besar yang ‘menjadi pekerjaan rumah' tersendiri, bagaimana mereka bisa dirangkul.

Wadah OMK itu memang banyak. Mereka ada di tingkat teritorial paroki, yang sekarang biasa disebut OMK Paroki. Di paroki pun, mereka berkumpul pada komunitas OMK wilayah dan lingkungan. Selain lingkup teritorial, mereka berada di dalam wadah yang kita sebut lingkup kategorial, yang berkumpul berdasarkan kesamaan bakat, devosi dan minatnya. Kita mengenal kelompok seperti Choice, KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik), Komunitas Lajang Katolik, New Heart Community (Komunitas Single Katolik Yang Mendalami Spiritualitas Hati Kudus Yesus), Corpus Cordis, dan masih banyak lainnya. Namun ada juga kelompok orang muda katolik yang tidak berada di dua lingkup ini. Kita bisa menyebut kelompok seperti KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa katolik Republik Indonesia) dan Pemuda Katolik. Jika dibagi dalam dua kategori besar, maka komunitas Orang Muda Katolik bisa kita pilah jadi dua: yaitu yang parokial dan ekstra parokial. Yang parokial, mencakup teritorial dan kelompok kategorial, sementara yang ekstra parokial menunjuk pada PMKRI, Keluarga Mahasiswa katolik, dan Pemuda katolik.

Menyadari ini saja, kita sudah membayangkan betapa ‘modal' Orang Muda Katolik Indonesia sangat besar. Silahkan diartikan sendiri, jika modal yang besar ini sungguh-sungguh dikelola dengan baik, maka bukan tidak mungkin gaung dan gema mereka pun akan besar. Misi besar Gereja mewartakan Kerajaan Allah di dunia, bukan tidak mungkin menjadi kian terasa dengan gerak orang muda katolik seperti ini.

Namun kenyataanya, tidaklah sesederhana itu. Modal kita memang besar, tetapi apakah sudah benar-benar efektif? Apakah modal besar ini, juga didukung oleh kualitas yang mumpuni untuk gerak dan misi bersama mewartakan kabar gembira Kristus di tengah-tengah dunia? Ini pertanyaan yang semestinya kita jawab.

Ke dalam: Spiritualitas Orang Muda


Ada satu hal yang menjadi pengikat semua wadah OMK dalam bentuk apa pun itu, yaitu kesamaan iman mereka, karena sudah dibaptis dalam Gereja Katolik. Apa pun bentuknya, apa pun wadahnya, tapi semua dan serentak mengakar pada dasar yang sama yaitu iman pada Yesus Kristus. Apakah pengalaman berdinamika dalam komunitas-komunitas ini membawa orang muda pada pengalaman perjumpaan dengan Yesus? Apakah proses pada komunitas-komunitas ini mengantar orang muda pada jatidiri kristiani, yaitu jatidiri Yesus sendiri? Ini yang kita sebut sebagai gerak ke dalam, ketika kita berproses bersama orang muda, kapan dan di mana pun itu. Itulah spritualitas yang dimensinya tidak bisa dianggap remeh oleh orang muda zaman ini. (*)

Tuesday, January 7, 2020

SERIKAT KEPAUSAN ANAK MISIONER SEDUNIA YANG DI GELAR DI PAROKI HEBUPA


Admin : https://omkparokiyiwikainfo.blogspot.com/



                                              PENAMPILAN ANAK-ANAK SEKAMI

Info-HarianOMK_ Orangtua harus menjadi bintang yang menyinari anak-anak dalam keluarga, lingkungan masyarakat dan gereja, seperti bintang yang memberikan arah kepada tiga majus dari timur yang menemui Tuhan Yesus di kandang Betlehem.
Dengan demikian, anak-anak bertumbuh menjadi anak yang beriman, berbudi dan taat pada Tuhan.


Untuk itu sebagai umat manusia yang meyakini Yesus harus menjadi terang bagi sesama manusia, menjadi bintang yang menyinari anak- anak dalam tumbuh dan berkembang.  Beberapa paroki yang ada di Kabupaten jayawijaya mengelar Serikat anak- anak Misioner sedunia pada tgl 5/01/2020 dengan  mengisi acara, baik drama natal, tarian maupun nyanyian.

semangat Orang katolik di pegunungan tengga papua ( Wamena ) tak mau kala dari beberapa Paroki yang ada diluar dari papua,Anak-anakpun didampingi oleh beberapa Bruder dan Frater dan Orang Muda Katolik OMK hinga Komisi Kepemudaan tingkat Paroki, Piter Logo  Dikatakannya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajarkan anak-anak saling mengunjungi satu sama lain yang ada di delapan paroki tersebut. * by-mabel

Sunday, December 8, 2019

OMK Paroki Kristus Juru selamat Kota Raja Jayapura_Papua

                              Admin : Omk/Paroki/yiwika
                              Blok    : https://omkparokiyiwikainfo.blogspot.com/


Info,Omk - OMK Paroki Juru Selamat Kota Raja, Yang begitu meri menjadi  kader-kader  misioner Katolik dalam Durasi Video Berikut Ini
 

                                                         https://youtu.be/8YS0CQaPDBs

                         

PERJALANAN MASUKNYA MISIONARIS KATOLIK KE DAERAH ILUGWA

                      PAROKI KRISTUS TERANG DUNIA YIWIKA  ORANG MUDA KATOLIK (OMK) 


                                    Admin ; Omk/Paroki/Yiwika
                                    Link    : https://omkparokiyiwikainfo.blogspot.com/


               Bruder Elias Logo.OFM
Sebagai sumber Informasi tentang awal masuknya Gereja Katolik di Ilugwa


      Info,Omk  _Materi Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika, yang dipersiapkan  dalam Natal OMK di Stasi iluga  yang akan di presentasikan Oleh Tokoh Umat segaligus anak dari sejarahwan Katolik  Wilayah V Stasi Kristus Raja Ilugwa,Bapak Tugiwaga Nikodemus Togodly. 

       LATAR  BELAKANG MASUKNYA GEREJA KATOLIK

Sejak menginjak kaki  di lembah Agung  Hubula untuk Pertama kalinya pada bulan April 1964, saya merasa kagum karena alam yang indah tetapi lebih-lebih karena Mnusia ‘Balim Meke’ yang dalam keterisolasian dari dunia luar maupun untuk dalam komunikasih dengan alam sekitarnya  -  mempertahankan dan menyesuaikan diri dengan alam itu serta mengembangkan kebudayaan kebersamaan dan menghayati nilai- nilai hidup baik yang mereka amat bangakan.
Tiba-tiba orang luar masuk tanpa diundang ; mereka membawa injil, kabar baik , namun juga banyak pengaruh dan kabar-kabar  tidak baik yang semuanya berinteraksi dengan masnyarakat balim.  Dengan kedatangan injil di lembah Balim, Tuhan berintervensi dalam kehidupan mereka, “ bukan untuk meniadakan hukum/Kebudayaan, melainkan untuk menggenapinya”  ( Mt.  5:17).

       KUNJUNGAN  MISIONARIS  KE ILUGWA

Pihak UFM atau  APCM yang bekerja di bokondini, sejak tahun 1995 berusaha untuk membuka Pos di Wolo  dan Iluga dengan bantuan dari polisi dan Kepala pemerintah di Bokondini, namun sebagian besar masnyarakat Iluga tidak menerimanya. Mereka menantang cara pendekatan dan pemaksaan  para penginjil untuk menerima agama mereka dan  oleh karena itu mereka menjahukan diri  dari pendeta maupun dari kepalah pemerintah. Beberapa kepala suku Iluga terus menerus mendatangi para misionaris  Katolik baik di Wo’ogi maupun di Yiwika dan wamena dengan permohonan supaya dibuka Pos Gereja Katolik di Iluga.
Berdasarkan permintaan terus menerus dari masnyarakat Iluga, pada tggl 1 januari  1974  Pater Jules  Camps OFM ( Yiwika ) bersama dengan pater Arie
Blokdijk OFM, Bruder Eligius Fenenteruma OFM dan Katekis Niko Hubi 
( Wo’ogi), mengadakan kunjungan orientasi  ke  Iluga.   Sebelumnya pada Tgl  8 Desember 1973  P.Camps sudah menyurat kepada pendeta  Riley  mengenai rencana tersebut dan ia mengurus juga surat izin dari kepolisian di wamena sedangkan Pemimpin resor, Pater lambert Dehing OFM, di berikan tembusan dari surat yang ditunjukan kepada Pendeta.  Maserakat Iluga menerima rombongan Misionaris Katolik dengan gembira dan haru.

Pada tanggal 2 januari  1974 rombongan misionaris tersebut mengadakan pertemuan dengan kepala pemerintah setempat  (KPS) dan dengan pendeta UFM Bpk. J.Riley, yang mengakui bahwa 8 dari 10 Kepala suku menjauhkan diri dari pendeta dan pemerintah (KPS) dengan alasan bahwa merekia mau mempertahankan adat merka. Pendeta mengatakan:  Adat istiadat ini berasal dari Iblis dan seharusnya bagaikan sebatang pohon tidak hanya di tebang melainkan dicabut dengan semua akarnya serta dimusnahkan“. 

Pada hari berikut, tanggal 3 Januari, di selengarakan suatu pertemuan di konagaima  antara KPS dan pemuka-pemuka agama dengan maserakat  “Yang belum menerima Agama” pertemuan itu berlangsug dengan baik dan masing- masing pihak menyampaikan pandangannya secara terbuka.  Kepala-Kepala suku menyatakian : “Bila Misi Katolik tidak mengabulkan permintaan kami, kami merasa diri sebagai pengantin wanita yang dibuang oleh suaminya; baginya tidak ada pilihan lain daripada membuang diri di air”.

      Akibat dari Kunjungan Ke Iluga
          
Ø Tanggal 7 Januari 1974  : Bupati menerima laporan dari KPS kelila dan Pendeta, bahwa mungkin akan terjadi perang suku di Iluga sebagai akibat dari kunjungan pihak Misi Katolik.Pater Camps dipagil oleh Bupati dan dituduh telah menetang kebijakan pemerintah dan mengacaukan masnyarakat.
Ø Tanggal 7 Januari : Pemimpin resor, yang tidak menyetujui kunjungan ke Iluga itu dan yang mungkin merasa tersingung karena tidak diberitahukan sebelumnya kepadanya,melaporkan tentang hal itu kepada Uskup dan mengundang beliau untuk datang kewamena.

Ø Tanggal 13 Januari : Pertemuan Bapak bupati dengan Uskup Herman Munninghoff OFM, Pater Lambert  Dehing, Pater Jules Camps dan Pater Michael Angkur Di kantor Bupati.
·        Bupati menyampaikan bahwa Misi, terlepas dari soal keamanan , dilarang untuk pergi ke Iluga dan bawa surat jalan dari polisi tidak sah.  Ternyata Bupati tidak bersikap netral melainkan memihak agama tertentu dan tidak menghargai hasrat hati nurani masnyarakat. Tentang pernyataan Umat katolik menyangkut adat- istiadat,beliau mengatakan bahwa isi pernyataan itu tidak sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah.
·        Pihak misi mengerti baik bahwa ada kesulitan praktis untuk membuka Pos  di Iluga, namun tidak sependapat dengan pemerintah yang melarang Misi Katolik secara prinsip untuk masuk di Iluga. Selanjutnaya Uskup minta waktu untuk dapat mengadakan rapat interen dengan para Misionaris Katolik dan hasilnya akan di sampaikan kepada Bupati
 
Ø Rapat Misionaris  dengan uskup pada tanggal 14  Januari berlangsung  dalam  suasana tegang karena masalah iluga telah menyebabkan perselisihan interen antara para anggotanya. Khususnya Pater Dehing merasakan Soal Iluga tersebut sebagai suatu pukulan berat bagi dirinya. Uskup dan Pemimpin Resor tidak menyetujui  ekspansi ke daerah Iluga dan menginginkan agar karya Gereja di intensifkan di wilayah lembah Balim yang sedang dilayani, apa lagi sekarang tidak ada tenaga dan dana untuk memperluas Wilayah itu. Tetapi ada juga yang berpenfdapat bahwa orng-orng Iluga termasuk Masnyarakat  KURELU dan justru harus dibuka Pos pelayanan di situ karena itu menghasilkan hal-hal berikut yang kemudian juga disampaikan kepada Bupati dan DPRD :

ü Gereja Katolik membela prinsip kebebasan beragama bagi  setiap warga negara. Dalam persoalan Iluga, kalo benar bahwa sebagian besar masnyarakat minta Misi Katolik maka Gereja Katolik tidak boleh saja melainkan berwajib dan berhak untuk masuk dan membuka Pos pelayanan disana.
ü Pernyataan sikap gereja Katolik tentang adat-istiadat akan di revisi agar menjaddi lebih jelas apa yang harus di pertahankan dari adat- istiadat masnyarakat menurut Gereja Katolik agar tidak terjadi salah paham.Gereja Katolik usulkan supaya di kirim satu Tim netral ke Iluga untuk melihat keadaanya secara objektif.



MENGAPA  MASNYARAKAT  ILUGA  TERUS MENERUS  MINTA  KEDATANGTAN  GEREJA  KATOLIK ?

 Masnyarakat Iluga megatakan bahwa Gereja Protestan mau memusnahkan adat Kebudayaan mereka bahwa para penginjil memaksa masnyarakat dengan tindakan  fisik.  Berdasarkan semuanya itu, Pater Jules Cams OFM menaruh kasih kepada Masnyarakat Iluga. Ia berpendapat bahwa masnyarakat Iluga mempunyai hak untuk memilih agama yang mereka ke hendaki dan bahwa Misi  Katolik harus membantu mereka.

Kepala suku Omadek Togodli/Logo tidak pernah berhenti berkunjung agar Gereja GIDI mau mengubah sikapnya dan agar Gereja Katolik datang ke daerahnya.  Pada awal Thn 1985 Umat  awam yaitu Ketua BMP (Badan Musnyawara Paroki) Yiwika Herman Marin di temani oleh Hendrik Alua, Markus Logo dan Hengki Mabel pergoi ke Iluga untuk melihat dari dekat situasi Iluga.  Mereka di temani dengan gembira Oleh Bapak Omakde dan Balakhalok Logo mereka menangis dan berdoa bersama dengan para tamu itu dan sampai larut  malam mereka berceritra tentang situasi mereka si Iluga.  Tetapi ternyata umat GIDI telah mendengar tentang kunjungan BMP  Yiwika itu dan berusaha untuk menangkap mereka, maka BMP lari kembali ke Yiwika melalui Yomosimo. Beberapa bulan kemudian Herman Marian dan Yosef Mabel kembali lagi ke Iluga dan mengadakan sembayang di kampung Omakde.  Mereka di pangil ke Pos GIDI di Danama dimna mereka dimarahi diancam.

       PADA PERTENGAHAN TAHUN 1986.

Sebuah delegasi masnyarakat Iluga mendatangi pater Dekan yang sedang berada di Yiwika dengan permintaan yang sama seperti yang suda sering mereka sampaikan itu.  Dekan menjawab bahwa Gereja Katolik tidak dapat memenuhi permintaan mereka.   Setelah itu para wenewolok  Paroki Yiwika secara diam-diam mengambil inisiatif untuk setiap minggu secara bergilir pergi ke Iluga dan mengadakan ibadat serta memberikan pelajaran Agama Katolik di kampung Bapak Omakde  Pater DekanPun tidak tahu tentang inisiatif metreka. Mula-mula para wenewolok mengalami perlawanan dan siksaan dari pihak umat GIDI membiarkan mereka dan akhirnya menerima kenyataan itu, sehinga Herman marian berhasil membangun sebuah  Kapela Katolik di Iluga. Namun pater Dekan baru di beritahukan tentang semuanya itu pada tahun 1987 dan dia menjadi heran sekali.   Akhirnya  Pater dekan harus menerima permintaan orang Iluga dan ia memberikan sedikit bantuan untuk dapat menyelesaikan pembagunan Kepela itu.


        PADA TAHUN 1987.

BMP Yiwika menyampaikan  bahwa pihak GIDI tidak berkeberatan dan mengundang Pater Dekan dan Frter Jhon Saklil Pr.  Bersama satu rombongan besar BMP dan umat Paroki Yiwika berjalan kaki selama dua hari samp-ai di iluga di mana mereka disambut dengan gembira dan dengan ratap tangis oleh para kepala suku dan masnyarakat.  Pada tanggal 21 Agustus 1987 diadakan acara peresmian Kapela Iluga “Yesus Oba Kulogo Nokorek”  ( Yesus Sumber Hidup Kita ) dihadiri oleh umat Katolik dan oleh sejumlah pendeta serta Umat GIDI. Kami sebagai Kordinator Orang Muda Katolik menyampaikan limpah terimakasih kepada Bruder Elias Logo OFM.(By Pilo)
       


Apa artinya menjadi Katolik?

                 Admin: omk/paroki/yiwika
                  

"Kamu masih Katolik?

Info,Omk  _ Pertanyaan ini mungkin terdengar janggal, tetapi pertanyaan ini pernah ditanyakan kepada saya puluhan  tahun yang lalu, oleh teman masa kecil saya. Sewaktu remaja dulu, kami pernah sama-sama aktif di paroki kristus Terang dunia yiwika, menjadi anggota mesjinar dan anggota salah satu koor di paroki kami. Kini ia telah berpindah ke gereja non-Katolik, karena konon ia lebih dapat bertumbuh secara rohani di sana. Dia begitu antusias mengisahkan pengalaman barunya di komunitas tersebut, dan kemudian menanyakan pertanyaan yang mengusik hati saya, “Kalau kamu bagaimana, masih Katolik, ya?” Seolah menjadi Katolik itu sesuatu keputusan yang kurang tepat dan harus diubah. Saya menjawabnya lirih, “Ya, saya masih Katolik, dan saya akan tetap Katolik….” Tapi saya tidak tahu bagaimana melanjutkan kalimat itu. Saya bersyukur, seiring dengan berjalannya waktu, melalui ajaran iman dan pengalaman hidup di dalam komunitas Orang Muda Katolik maupun diluar, sedikit demi sedikit, kutemukan jawabannya….

Menjadi Katolik artinya menerima dengan iman, wahyu Tuhan dan undangan-Nya kepada persatuan dengan-Nya


Sebagai murid Kristus, kita tidak hanya mengikuti sebuah buku, tetapi Seorang Pribadi, yaitu Yesus Kristus. Itulah sebabnya kita disebut sebagai  Kristiani/ Kristen. Pribadi yang kita ikuti dan kita jadikan pusat dalam hidup kita ini, adalah Pribadi yang mengasihi kita, yang menyatakan kasih-Nya itu dan mewahyukan Diri-Nya secara penuh kepada kita. Karena kasih-Nya yang sempurna inilah, Kristus ingin terus tinggal di tengah kita dan bersekutu/ bersatu dengan kita. Sebab kasih selalu menginginkan kebersamaan. Kristus menghendaki kebersamaan atau persekutuan antara kita dengan Dia, atas dasar kasih dan kebenaran, sebab Ia Allah yang adalah Sang Kasih (1 Yoh 4:8) dan Kebenaran (Yoh 14:6). Maka menjadi Katolik, pertama-tama adalah menanggapi dengan iman, pewahyuan Allah dan undangan-Nya kepada persatuan (komuni) dengan-Nya. Maka, menjadi Katolik adalah menjadi seorang Kristiani, titik. Sebab seorang Kristiani sudah seharusnya menerima segala yang diwahyukan Allah di dalam Kristus.  (omkyiwika)

Pemberian Sakramen Perkawinan Kepada Pasangan Lirue Wantik dan Awika Logo oleh Pastor Modestus Teniwut OFM.Di Gedung Gereja "Paroki KTD YWK.",Minggu 11/07/21

Hari inî Minggu 21 Yuli 2021,merupakan hari bersejarah bagi kedua pasangan ini,mereka masuk dalam Hadirat Allah sebagai Keluarga...