Wednesday, October 21, 2020

KARYA PENDIDIKAN DAN PERSEKOLAHAN

Setelah Tanah Papua berintegrasi dalam Republik Indonesia pada tahun 1963,dengan sendirinya dunia persekolahan harus menyesuaikan diri dengan kebijakan yang berlaku di indonesia,termasuk kurikulum pendidikan.Kalau sebelumnya kurikulum memungkinkan suatu improvisasi dan penyesuaian dengan keadaan setempat,maka sekarang harus terapkan kurikulum nasional.Pendidikan disekolah menjadi semacam indoktrinasi,memasukan ilmu pengetahuan baru dari luar lingkungan hidup anak-anak.Selain itu semua SD ditingkatkan menjadi 6 tahun.Namun karena kekurangan guru maka Misi hanya menjadikan SD-SD di pusat Paroki dan di pos pemerintah sebagai SD 6 tahun,sedangkan dipos-pos kecil tetap SD 3 atau 4 tahun saja.
Sekolah-sekolah yang awalnya dengan susah payah dibuka oleh Gereja Katolik di seluruh Lembah Balim perlahan-lahan mulai doterima oleh masyarakat:jumlah anak sekolah makin tahun makin meningkat.Pada tahun 1967 sudah ada 755 murid di 21 SD Katolik dan pada akhir tahun 1968 jumlah itu sudah mencapai 2.308,termasuk termasuk 605 anak perempuan.Hal itu antara lain dipengaruhi secara positif oleh ketegasan pihak polisi dan militer yang mendorong masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
Sementara itu di Wamena telah dibuka beberapa sekolah lagi seperti SD GKI,SD YPPGI danSD Negeri.Hasil pertama sekolah Katolik diperoleh pada tahun 1968 berupa 4 guru Katolik asli Balim yang berijazah.
Walaupun jumlah guru terlalu sedikit,kwalitas mereka cukup baik.Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor.Faktor pertama adalah mutu yang baik disekolah pendidikan guru yaitu ODO atau dalam perkembangan kemudian SGB dan SPG.
Faktor kedua yang turut mempengaruhi kwalitas seorang guru adalah bahwa pada waktu itu seorang guru hampir tidak mungkin ditempatkan didaerah asalnya sendiri,karena ternyata mereka berkembang lebih baik disuatu daerah lain.
Faktor ketiga adalah bahwa Gereja Katolik berhasil untuk mendapat sejumlah guru Katolik terseleksi dari Jawa,yang dedikasihnya dan kesetiaannya sungguh patut dipuji dan dihargai.Untuk menghormati para guru dan guru-katekis yang pernah mengabdi di Lembah Balim,berikut ini daftar formasi guru-guru disekolah-sekolah Katolik di Balim pada akhir bulan Drsember 1968:

a.Sekolah SD Wamena Guru;
   S.Sumarno,A.Susanto             I.Komber,A.Sajaminan.
Guru-Katekis;Alfons Maunda.

b.SD Wesaput Guru;
   R.Parno
Guru-Katekis;Leo Hubi

c.SD Wouma Guru-Katekis;Jan Kaotiperi
d.SD Kama Guru-Katekis Abr.Itlai,E.Taji
e.SD Honelama Guru-Katekis;L.Kadepa,
    Ailapo
f.SD Sinatma/Welesi Guru;
   R.Potawapea
Guru-Katekis;
  Timotius Dou
g.SD Hepuba Guru;
   V.Sukarno
Guru-Katekis; D.Ande
h.SD Pugima Guru;
    Sedang di bangun
i.SD Ohena/Minimo Guru;
  Piet Pane
Guru-Katekis; S Maturani
j.SD Ohena Hegehago Guru;
  F.Djumeno
Guru-Katekis;J.Tatogo
k.SD Mebagaima Guru-Katekis ;
   Jos Oagai,D.Tekege
l.SD Lukaken Guru-Katekis;A.Gobai
m.SD Pikhe Guru;
     M.Wangsit,W.Susanto,W.You,D.Tarapea
Guu-Katekis; Isak Kosi
n.SD Holima Guru;
   M.Murijo
Guru-Katekis; B.Dumopa
o.SD Yumugima Guru-Katekis;B.Boma
p.SD Eragama Guru-Katekis; 
   Thomas Himan
q.SD Anelagak Guru-Katekis;
    L.Pigai
r.SD Yiwika Guru;
   R.Rujiman,W.Sukarsono,S.Epatapea
   B.Asso
s.SD Mulima Guru; B.Nowyagir
Guru-Katekis;E.Emarumu,A.Nabar.
t.SD Waga-Waga Guru; F.Sujadi
Guru-Katekis;M.Tebai
u.SD Wenabubaga Guru;
    J.Sudijana
Guru-Katekis; K.Boma
v.SD Musatfak Guru;
   Natalis Kujami,Piet Maturbongs
Guru-Katekis; Piet Pabika
w.SD Asologoima Guru;
    B.Pekei
Guru-Katekis; Jakobus Hubi
x.SD Abulukmo Guru;
   G.Dalijo
Guru-Katekis; Joh.Kanikie
y.SD Elagaima Guru; p.Mardijono
Guru-Katekis; A.Iyai
z.SD Sama Guru-Katekis; Isak Doga
a.SD Woogi Guru; Jules Kobogau
Guru-Katekis; Niko Hubi
b.SD Miligatnem Guru; M.Doropia
Guru-Katekis;U.Tegai
c.SD Karep/Usilimo Guru-Katekis;
   B.Putaka
d.SD Wenabusili Guru-Katekis; D.Iyai
Kursus Katekis ; Tom Beanal,Frans Stopel
Pembantu Umum; Sr.Radbodadan guru Amareyao.
Sejumlah tamatan SD melanjudkan sekolah ke SGB/SPG di Biak atau Waena,yang lain pergi ke SMP di Jayapura.
Jumlah tamatan SD makin meningkat sehingga direncanakan pendirian sebuah SMP Katolok di Lrmbah Balim.Maka pada tahun 1971 secara resmi didirikan SMP pertama di Jayawojaya yaitu SMP YPPK Santu Thomas.Pendirian SMP ini kemudian disahkan oleh pemerintah dengan surat keputusan Gubernur KHD Tingkat I Irian Barat,Nomor 78/BIB/71 tertanggal 27 Mei 1971.Mulai terhitung tanggal 1 Januari 1979 SMP Katolik ini mendapat subsidi dari pemerintah.Kepalala Sekolah yang pertama ialah Bapak Stef Sumarno yang mulai dengan 10 murid.Tiga tahun kemudian 7 diantara mereka mengikuti ujian akhir dan mereka semua dinyatakan lulus.
Demikian perjalanan karya pendidikan dan persekolahan.Sumber Tulisan dari  Sejarah Gereja Katolik di Lembah Balim-Papua-Karya/penulis Pater Frans Lieshout OFM.
(by.pitlog)







Sunday, October 18, 2020

KURELU:Simokak-Yiwika Daerah Suku Logo-Mabel

Tuan Kurelu Mabel
Setelah mengadakan orientasi selama satu bulan lebih di Lembah Baliem dan Khusnya di Lembah Siep-Kosi,Pater Frans Van Maanen mulai mengunjungi daerah Kurelu untuk mencari kontak dengan masyarakat dan keadaannya.Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1960 ia memasuki daerah kurelu dengan maksud untuk menetap disitu.Ia berangkat dari Yumugima,tidak lewat Aikima yang bermusuhan dengan Kurelu melainkan lewat kaki gunung sampai bukit Sut.Ppada waktu mengarungii kali Elokora,Pater Frans ketemu dengan  Kain Kurelu Mabel yang kebetulan berada disitu.Pater Herman Petersyang menemani Pater Frans Van Maanen itu memperkenalkan pater baru itu kepada Bapak Kurelu dan menyampaikan tujuan perjalanan mereka.Kurelu menerima mereka dengan cara yang istimewa: Kurelu membungkuk dan menimba air dengan kedua tangannya.Dengan tanda penerimaan ini,Bapak Kurelu sekaligus menyatakan bahwa seseorang yang ingin tinggal di daerahnya,lebih dahulu harus menerima,mempelajari dan meresapi keberadaan mereka.Setelah penerimaan itu Kurelu menghanyar Misionaris itu ke kampung simokak,walaupun mereka bermaksud untuk membuka Pos Misi di Yiwika,dimana Pater Piet pernah "membeli" sebuah honai.Kain Doni Alua menerima mereka di Simokak dan menganggap kedua misionaris itu sebagai tamunya sendiri.Setelah bermalam diSimokak,Pater Faran dan Herman kembali ke Wamena untuk mengambil bahan bangunan bagi Stasi Simokak.Beberap pemuda ,antara lain Kirimo Alua dan Pele Wetipo,mengikuti mereka ke Wamena unruk membantu.Pater Van Maanen kembali ke Simokan dengan Pater Apemusi/Blokdijk,yang lebih berpengalaman dengan membuka sebuah Pos yang baru.Ia memakai beberpa kriteria yang harus terpenuhi untuk di terima sebahai Pos Misi a.l. tempat itu harus dekat sumber air atau kali,dekat pusat adat dan dekat perkampungan masyarakat; dan tanah itu cukup luas untuk dapat membangun suatu stasi lengkap dengan gereja,pastoran,sekolah dan bilamana perlu juga sebuah lapangan terbang untuk pesawat kecil.Walaupun di sekitar Simokak tidak ada kemungkinan untuk membuat sebuah lapangan terbang,diputuskan untuk mrmbangun Pos Misi yang pertam didaerah Kurelu di simokak.Dengan demikian Gereja Katolik hadir di daerah Kurelu sejak tanggal 1 Desember 1960.
Dengan energi dan semangat besar pater  Frans Van Maanen membangun rimahnya di Simokak dengan bantuan dari
masyarakat dan seorang pemuda asal W aris bernama Herman.Kadang-kadang seorang rekan misionaris datang membantu jiga.Sebagian kebutuhan didatangkan dengan Cessna yang mengadakan dropping pertama di lokasi pembangunan pada tanggal 8 Desember.Untuk kepentingan penerbangan,Simokak medapat sebuah pemancar yanh untuk pertama kalinya mengudara pada tanggal 3 Maret 1961.Pada awal bulan januari 1961 sudah mulai dibangun gedung sekolah yang sudah selesai pada tanggal 1 Februari dan pada hari itu Guru Yan Amo mulai memberikam pelajaran kepada 26 murid di SD Simokak itu(namun jumlah murid kemudian berkurang lagi seperti di tempat-tempat laing) sedangkan 5 anak di antar ke Wamena untuk masuk di sekolah pusat Misi.Guru Yan Amo yang berasal dari Waris,dengan cepat sekali menjadi akrab dengan masyarakat hal mana berpengaruh besar pada pembangunan daerah Kurelu itu.Misi Katolik makin mendapat simpati dari kalangan masyarakat Kurelu sedangkan pihak lain seperti pemerintah dan CAMA tidak mendapat izin untuk membuka pos di daerah mereka.Setelah geding sekolah,pater Frans mulai membangun hedung gereja yang berbentuk honai besar berdiameter 20 meter,di lengkapi dengan senuah menara lonceng mirip menara penjaga musuh tradisional (kayo).Bangunan inkulturatif itu menjadi kebanggaan masyarakatfan mulai bulan Juli Patet Frans merayakan Ekaristi Kudus di gereja Simokak dan memberikan pelajaran agama kepada anak-anak,guru-guru dan orang dewasa.Pelajaran agama berdasarkan Kitab Suci itu didukung oleh pertunjukan gambar-gambar dengan menggunakan proyektor lide.Pemberkatan gedung gerja di Simokak dirayakan pada tanggal 6 September 1961.
Selain membangun pos diSimokak,Pater Van Maanen mempelajari serta nendata seluruh daerah Kurelu untuk dapat membuat suatu rencana bagi daerah yang dipercayakan Kepadannya.Ia mau secepat mungkin membangun 7 sekolah bersubsidi maupun non-subsidi dimana para guru tidak hanya memberikan peljaran kepada anak-anak tetapi sekaligus menghadirkan Gereja ditengah masyarakat sebagai misionaris awamserta "menduduki"seluruh daerah itu sebagai pelayanan Gereja Katolik.Selain di Simokak direncanakan pembangunan sekolah dekat masing-masing kampung Lukigin,Mulake,Herkenharek,Kiwitsilimo,Kibaima dan Obia.Lima sekolah yang pertama sudah operasional pada pertengahan tahun 1961 dan mendapat subsidi mulai tanggal 1 September 1961.Tiap sekolah berukuran 4X8 meterdan terdiri dari dua ruangan satu untuk ruang kelas dan satu untuk tempat tinggal bagi guru.Untuk mendapat persetujuan dari kepala sukudan masyarakat selalu harus diadakan negoisasi dan kemudian harus di "beli" suatu lokasi/tempat serta bahan bangunan.Motivasi untuk menyetujui pembangunan sebuah Sekolah tentu bukan karena sekolah dan pendidikan formal itu sendiri,melainkan karena simpati dengan Pater,karena "pembayaran" berupa sejumlah kapak besi,mikak (kulit bia) atau karena masyarakat mengharapkan tidak akan buka Pos Polisi bilamana ada Pos Misi atau sekolah.
Sumber tulisan dari pater Frans Lieshout OFM.Sejarah Gereja Katolik di Lembah Baliem-Papua Halaman 114-118.
Sejarah adalah pijakan untuk kita memulai sesuatu dinegeri tercinta ini.Salam Kompak bagi Semua Tuhan memberkati (by pilog)

Saturday, October 17, 2020

PENYERAHAN KOSTUM BOLA OLEH KAKAK HANALENA MABEL KEPADA SEGENAP PEMUDA DILAPANGAN SEPAK BOLA PAROKI KTD YIWIKA,DISAKSIKAN OLEH PASTOR MODESTUS TENIWUT OFM.DISTRIK KURULU KAB.JAYAWIJAYA.

Dalam Acara Penyerahan Kaos Bola ini Kak Hana menyampaikan dengan dukungan kaos bola yang diberikan tersebut  mendukung minat dan bakat,para pemuda dan pemudi diyiwika dalam mengukir prestasi diBola.
Kak Hana juga berpesan agar orang muda mampu menumbuhkan Kesadaram dan tanggung jawab dalam diri sebagai pemain bola juga dal kegiatam apa apa saja
Dalam acara penyerahan kostum bola ini,jumlah peserta yang hadir 100 orang pemuda dari berbagai dedominasi Gereja,pastor Modes Sebagai Pembina Orang Muda Katolik minta agar para muda mudi ini jaga persatuan dan kesatuan juga kerjasama dibidang lain juga.
Setelah penyerahan Kostum Team yang berlagak duluan lipangan hijau paroki KTD Yiwika adalah Team dari Kombas Santo Plhipus dan OMK KTD Yiwika.Demikian Info ,(by pilog)



Sunday, October 4, 2020

PERTANDINGAN PERSAHABATAN FUDSAL PUTRI/PUTRA DILAP.FUDSAL GEDUNG TRIKORA,OMK KOMBAS ST.PHILIPUS DAN OMK PAROKI KTD YIWIKA.

Minggu 04 sebtember 2020 Pertandingan persahabatan yang kami gelar,di gedung Trikora antara Kombas St.Philipus  dan OMK Paroki KTD Yiwika putri dan putra ini dalam rangka memupuk tali persaudaraan, kegiatan persahaban ini dimotori oleh Pak Markus Elosak dan OMK Kombas St.Philipus.
Adapun aturan main yang menjadi komitmen dalam pertandingan persahabatan ini,yaitu setiap tim yang menggolkan dua gol pada team lawannya wajib Skot jam bagi putri kemudian untuk putra wajib pust up.
Selama pertandingan berlangsung bagi team yang mengalami atu mencetak gol team ini jadi raja lapangan dan team yang kalah dua gol langsung meninggalkan lapangan paertandingan dan diganti dengan tiem yang sudah siap.
Kombas St.Philipus terdiri dari empat team fudsal dua team putri dan dua tem putra sedangkan OMK Paroki terdiri dari delapan team yaitu empat team putri dan empat team putra.suasana saat bertandingan berlangsung meriah baik pemain maupun penonton dan terkihat dari ekspresi mereka ada kedamaian dan sportifitas yang positif.
Ekspresi yang diperlihatkan dilapangan fudsal dari kedua team.
Setelah pertandingan usai semua team yang terlibat dalam pertandingan persahabatan ini mendapat arahan dari Pak Markus bahwa Kegiatan ini menjadi puncak dimana dalam mendukung minat dan bakat OMK dalam menyongsong ifen turnamen/olahraga bola kaki dikab.jayawijaya.Demikian arahan dari pak Markus yang  memfasilitasi pertandingan persahabatan ini.
Kami sebagai Kordinator OMK memberikan apresiasi yang positif dalam kegiatan ini,dan inilah yang kami harapkan selama ini.Tuhan Memberkati semaua wa wa wa.

Thursday, October 1, 2020

STASI KRISTUS PENEBUS DUNIA WOSI

Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika,Menggelar Aksi Pembersihan Gereja Kristus Penebus Dunia Bersama Tokoh Umat dan Pengurus Stasi Wosi,Pembersihan ini dimotori oleh Pak Markus Elosak dan Pak Dam Entama Kedua Tokoh Muda ini dari Kombas St Philipus yang ada dikota Wamena.Kami OMK Paroki Ketika hadir dilingkungan Stasi ini mendapat sambutan hangat dari umat Setempat terutama para pengurus dan tokoh umat setempat.Setelah Melaksanakan Pembersihan Kami dapat diantar oleh pak Markus dan Pak Dam.
OMK Sebagai Tulang Punggung Gereja Harus peka terhadap lingkungan Pastoralnya.
Dalam Moment Ini Dari Paroki Gabriel Faluk dan Januarius Mabel sebagai tenaga inti mengoperasikan mesin Rumput.

Wednesday, September 30, 2020

Hari ini kamis 01 oktober 2020 OMK sebagai Kader Pemimpin Masa Depan

Sebagai pemegang tongkat Estafet,OMK KTD YIWIKA,Tetap eksis dan konsisten dalam mengemban tugas Pastoralnya,sebagai misionaris kecil OMK Yiwika mewartakan Injil Kristus dalam berbagai kegiatan yaitu;
01.Pewartaan lewat Pekerjaan fisik,orang muda menyadari salah satu momentum yang istimewa Tuhan bisa hadir itu lewat pekerjaan yang melibatkan banyak orang muda,juga sebagai umat  beriman yang meluangkan waktu untuk hadir ikut berpartisipasi didalam kerja fisik baik itu kerja pagar,kerja kebun,pembersihan Gereja dll.
2.Setiap OMK wajib memiliki alat kerja sepeti;Kampak,Parang,Sekop,Linggis,Gergaji,Matelu/Hamer dll,alat kerja inilah yang akan menumbuhkan kesadaran pada orang muda untuk terus bekerja tampa kenal lelah dan mereka sebagai kader atau pemilik masa depan akan tumbuh lebih baik
Satu pekerjaan fisik yang melibatkan banyak orang muda yaitu pembuatan pagar diasrama Putri Yawukane Amene yang dikelela olah Konggregasi FSGM diParoki KTD Yiwika.
3.Orang muda juga diwajibkan memiliki Alkitab dan Madah Bakti  sebagai landasan dalam pengembangan iman Katolik,OMK   paroki Yiwika juga mengadakan Kunjungan pastoral  sesuai Kalender liturgi.
4.OMK YIWIKA tetap mendamping Adik-adik SEKAMI dari Paroki Yiwika yang tersebar di Tujuh Wilayah Pastoral Paroki KTD Yiwika.
Semua Rangkaian Kegiatan ini tujuannya satu yaitu menamkan nilai-nilai hidup yang benar,yang nantinya juga bermanfaat bagi para kaum muda sebagai pemilik masa depan  yakni sebagai Kader keluarga,bangsa dan Geteja.
Makan bersama satu sama lain juga memiliki makna tersendiri yaitu menanamkan Nilai Kasih yang ajarka Yang diSjarkan Olej Yesus sendri.

Frater Balta OFM Yang menggantikan Frater Igi OFM

Frater Balta OFM,Saat melaksanakan kunjungan pastoral pertamanya bersama Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika,beliau Setelah memimpin Misa di Kapela Wagasilimo Wadangku dalam Homilinya menegaskan Tentang Persaudaraan,bagaimana kita memupuk tali persaudaraan itu agar tetap tumbuh dan hidup diantara orang yang muda dan orang yang tua tanpa melihat perbedaan
Sebelum Berkat penutup Frater memperkenalkan diri Yaitu Nama Lengkap Baltazher Berek OFM.Laki-laki asal dari perbatasan Negara Timur Leste dengan Indonesia ini juga mengatakan akan ada bersama umat paroki KTD Yiwika selama satu tahun yaitu mengikuti Tahun Orientasi Pastoralnya diparoki kita.
Banyak hal yang disampaikan oleh laki-laki dari perbatasan Indonesia-Timur Leste ini sebagai bukti bahwa kita khusus OMK Paroki Yiwika akan didampingi oleh beliau.
Laki-laki perbatasan ini juga,senang dengan jamuan Kasih yang disiapkan umat setempat yaitu barapin ayam,jagung,hom,hepere/hepera dan Singkong.Kunjungan Kali ini OMK juga didampingi oleh Suster Katerina FSGM,suasan persaudaraan yang semakin membaik demi merealisasikan kehendak Allah.

Pemberian Sakramen Perkawinan Kepada Pasangan Lirue Wantik dan Awika Logo oleh Pastor Modestus Teniwut OFM.Di Gedung Gereja "Paroki KTD YWK.",Minggu 11/07/21

Hari inî Minggu 21 Yuli 2021,merupakan hari bersejarah bagi kedua pasangan ini,mereka masuk dalam Hadirat Allah sebagai Keluarga...