Saturday, July 10, 2021

Pemberian Sakramen Perkawinan Kepada Pasangan Lirue Wantik dan Awika Logo oleh Pastor Modestus Teniwut OFM.Di Gedung Gereja "Paroki KTD YWK.",Minggu 11/07/21

Hari inî Minggu 21 Yuli 2021,merupakan hari bersejarah bagi kedua pasangan ini,mereka masuk dalam Hadirat Allah sebagai Keluarga Baru yg  di Kuduskan Pada hr ini lewat Sakramen Nikah.Suasana Kegembiraan ini mjd jembatan bagi pasangan ini mendapakan impian mereka.Selesai Perayaan Kudus ini,ada ajakan langsung dari Romo untuk foto bersama
Kegembiraan ini menjadi jembatan bagi keluarga-keĺuarga yang belum menerïma Sakramen Nikah, agar memberi Diri Kepada Gereja utk menerima Sakramen Nikah.
Dalam kesempatan ini Romo mengajak seluŕuh umat untk memaknai pemberitaan Injiĺ Tuhan hari Minggu ini.
Semoga Tuhan Memberkati.Wiwao.




Friday, May 28, 2021

PERAYAAN MISA SYUKUR PESTA YUBELIUM 50 TAHUN SMP YPPK ST.THOMAS WAMENA.

Dalam rangka pesta Yubelium 50 Tahun SMP YPPK ST.THOMAS Wamena.Panitia menggelar Kegiatan yang memberikan Nuansa tersendiri diKota Hubula yang sering disapa dengan Nama"WAMENA"
Adapun jenis kegiatan yang digelar Antara lain:
a.Jalan Santai Start dari Halaman SMP Misi keluar jalan A.Yani-Jl Sumatra-Jl Trikora-Jl Patimura-Jl Thamrin dan Finis Di SMP Misi.
b.Penyerahan dan Penanaman Bibit Pohon  oleh Tiap Alumni di Jalan masuk SMP Misi.
c.Istirahat dan Makan Bersama  di Halaman SMP Misi
Semu kegiatan Selasa 25 Mei 2021 berjalan lancar tanpa kurang suatu apapun.
Hal Positif Animo masyarat Kota Hubula Terhadap Acara ini Apresiasi yang mendalam,Diantara alumni ada perjumpaan tiap angkatan,memupuk persatuan dan persaudaraan serta rasa saling memiliki sesama angkatan.Tuhan Memberkati.


Tuesday, March 2, 2021

SIAPAKAH DIRIMU?

Jika anakmu BERBOHONG
Itu karena engkau terlalu berat MENGHUKUMNYA.
Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI
Itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT.
Jika anakmu KURANG BERBICARA
Itu karena engkau tidak MENGAJAK dia BICARA.
Jika anakmu MENCURI
Itu karena engkau TIDAK MENGAJARI dia MEMBERI.
jika anakmu PENGECUT
Itu karna engkau selalu MEMBELA dia.
Juka anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN
itu karena engkau BERBICARA TERLALU KASAR kepada dia.
Jika anakmu suka MARAH-MARAH
itu karna engkau KURANG MEMUJI dia.
Jika anakmu suka BERBICARA PEDAS
itu karena engkau TIDAK BERBAGI dengan dia.
Jika anakmu SUKA MENGASARI orang lain itu karena engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN terhadap dia.
Jika anakmu LEMAH
Itu karena engkau SUKA MENGANCAM dia.
Jika anakmu CEMBURU
Itu karena engkau MENELANTARKAN dia.
Jika anakmu MENGGANGGUMU
Itu karena engkau KURANG MENCIUM atau MEMELUK dia.
Jika anakmu TERTUTUP
Itu karena engkau TERLALU SIBUK

Thursday, January 28, 2021

SEJARAH SINGKAT KOTA WAMENA

A.Ekspedisi Lembah Baliem.
Berbicara tentang Wmena tidak dapat dilepaskan dari Pemerintah Belanda dan Misionaris Penyebar Injil diwilayah tanah Papua umumnya dan pedalaman Papua pada khususnya yang ketika itu masih dikenal dengan nama Nederlandsch Nieuw Guinea.
Keterlibatan mereka dalam merintis pembukaan Lembah Hubula dilakukan dalam beberapa kali ekspedisi setelah pertama kalinya pada awal abad ke XX ditemukannya suku Dani oleh Rombongan ekspedisi tahun 1909 yang dipimpin oleh Mr.H,A Lorentz.
Setelah penemuan tersebut dilakukan ekspedisi-ekspedisi lainnya untuk menjangkau kawaän yang lebih luas dipegunungan Tengah dan pada tahun 1938 sampai dengan 1939 dilakukan ekspedisi gabungan Amerika-Belanda dipimpin oleh seorang Milioner Amerika yang bernama Richard Archbold,mereka mengadakan penyelidikan ilmiah di bidang Flora dan Fauna dan beroperasi dipegunungan Tengah yang kemudian Ekspedisi ini dikenal dengan nama Ekspedisi Archbold.Pada tanhal 23 juni 1938 ketika melintasi Danau Habema mereka melihat suatu lembah yang luas dengan penduduk yang Padat,karena perang dunia ke-II (1939-1945) maja ekspedisi ini ditangguhkan,namun laporan dij jumpainya kelompok-kelompok suku pada derah pegunungan tengah tersebut terus di laporkan melaui media mà seperti radio dan surat kabar keberbagai negara seluruh dunia.
Tanggal 13 Mei 1945 sebuah pesawat Dakota milik Angkatan Udara Amerika Serikat berpenumpang 24 orang yang tengah melakukan ekspedisi kepedalaman Papua menabrak Gunung di Pass Valley,21 orang dikabarkan tewas dan 3 orang selamat.
Berita jatuhnya pesawat tersebut disiarkan oleh pers dunia salah satunya dimuat dalam majalah Amerika Serikat "National Geographic Magazine" sekaligus memberitakan tentang ditemukannya Lembah Hubula atau Shanggrila (lembah yang tersembunyi) dari hasil ekspedisi tësebut.
Berdaärkan laporan dan informasi-informasi tersebut menarik minat Zending CAMA (Cristian And Missionary Aliancce) di Amerika untuk melihat kemungkinan menyebarkan Injil dilembah yang tësembunyi tersebut.
Pada tanggal,20 April 1945 Zending CAMA dengan pesawat amfibi Short Seland yang dipiloti Albrth Lewis dan copilot Ed.W.Urich serta penumpang Pendeta Lioyd Van Stone dan Einer Michelson bersama keluarganya Elisa dan Rith Gobai serta anaknya Dorkas mengadakan pendaratan yang pertama di Lembah Hubula tepatnya di kampung Minimo,dan selanjutnya memutusjan untuk menjadikan seluruh Lembah Hubula sebagai daerah pekabaran/pelayanan Injil (PI).
Pada awal kegiatan yang harus dilakukan adalah membangun landasan terbang sebagai pusat perhubungan untuk memper-mudah Pelayanan dan pasokan bahan pangan,namun kaëna keadaan tidak mengijinkan akibat terjadinya perang suku yang terus menerus,maka kemudian, Zending CAMA memutuskan untuk mencari tempat lain yang dapat digunakan untuk lapangan terbang,sambil menyusuri sungai ke arah selatan tibalah mereka pada daerah kekuasaan suku Asso-Lokobal,du daerah ini (di kampung Hepuba) mereka mendirikan kemah yang letaknya dipinggir Sungai Hubula.
Ditempat yang baru ini mereka berusaha mengadakan kontak hubungan dengan orang-orang yang dianggap penting dalam masyarakat setempat dengan menggunakan barang kontak seperti kampak,parang,pisau dan lain sebagainya,upaya tersebut membawa hasil,mereka bisa bertemu dengan orang-orang penting seperti Ukumhearek,Onarek dan Aspalek.Akibat hubungan yang baik tersebut mereka diberi sebidang tanah dihitugima untuk membangun sebuah landasan pesawat terbang.
Dari Hitigima para penyebar Injil(Pendeta) menjelajahi seluruh lembah Hubula dan mereka berhasil membuka pos-pos pelayanan Injil seperti Piramid,Ibele,Pugima,Sinatma,Seima dan Tangma yang semua pos tersebut dilengkapi dengan landasan pesawat terbang.
Setelah zending CAMA mendatangi daerah Lembah Hubula Pada tahun 1954 dan menjelajahi sebagian besar lembah ini dalam rangka Pekabaran Injil,maka satu atau dua tahun kemudian berdatangan zending-zending lain ke Lembah Hubula dalam misi yang sama,seperti APCM (Asiia Päifik Churh Mission),ABM (Australian Baptist Misonary Society),RBMU (Regions Betond Misionary Union) dan UFM (Unevangelized Fields Mission).

C.PEMERINTAHAN BELANDA

Pada tanggal 18-26 januari 1955 seorang Wakil Pemerintah Belanda V.De Bruyn mengadakan kunjungan kerja  ke Lembah Hubula,disusul oleh inspektor penerbang sipil W.Van Lottum dan kawan-kawan melalui pesawat udara menentukan sebidang tanah di Wamena untuk pembangunan lapangan terbang yang dapat didarati oleh pesawat Dakota (panjang1450 meter).Akhirnya pada bulan Desember 1956 Pemerintah Belanda membuja pos Pemerintahan yang pertama dekat muara kali Uwe.
Adapun kronologis kedatangan dan pembukaan pos pemerintah yang pertama di Lembah Hubula dijelaskan dari  sebuah surat yang di tulis oleh Bapak Drs.Frits Veldkamp,mantan kepala pemerintahan atau kontroliir Belanda ysng membuka pos pemerintan yang pertama di Wamena yang diterjemahkan oleh Pastor Frans Lieshout OFM.
Kami mendarat di lapangan terbang diHitigima pada hari senin tanggal 10 Desember 1956 jam 09 pagi dengan pesawat Beaver milik kroonduif (Merpati),di piloti oleh Ed Ulrich.
Dengan beberapa penerbangan hari-hari beriku9t rombongan kami yang ditugaskan untuk mendirikan pos pemerintah yang pertama di Lembah Hubula,dilengkapi sampai 15 anggota polisi asal Biak dan Paniai,kepala polisi Bapak E.L.Shultz,pegawai Meteo Bapak F.De.Kooy dan Kepala rombongan yaitu Kontrolir bapak Drs.Frits Veldkam.kami membuat sebuah perkemahan sementara di Hitigima karenabkami hanya transit disitu dan ingin berangkat secepat mungkin ke tempat tujuan yang sebenarnya yaitu Wesakaput(Muaera Weäk atau Wesaput).Lokasi sebelumnya sudah ditentukan dar udara melalui Pesawat udara karena dari Wesaput dapat dilakukan transportasi lokal melalui Sungai Hubula dengan Kapal/perahu dan karena tidak jauh dari lokasi itu akan dibangun lapangan terbang.Maka pada Tanggal 14 Desember kami pindah Ke Wesaput dengan memakai sebuah boat dengan motor tempel.
Lokasi di Wesaput itu terletak di pinggir Kali Hubula tidak jauh dari muara kali Uwe.Disitu kami langsung membuat pos Pemerintahan yang pertama dengan mamakai kayu dan terpal,yang kemudian diganti dengan atap seng.Kami tinggal di Wesaput dan selama satu tahun pertama kami berhasil membangun lapangan terbang.Ternyata lokasi lapangan terbang adalah Yukmo atau tempat perang antara klen Hubikiak,Mukoko dan Ohena,sehingga agak sulit untuk mendapatkan tenaga kerja dari klen-klen itu dan untuk menjamin keamanan bagi mereka dari serangan musuh.Untuk menghindari jatuhnya korban,para pemerintah sendiri ikut bekerja sama kelompok-kelompok kecil masyarakat.Tetapi akhirnya kami berhasil menyelesaikan pekerjaan itu secara memuaskan dan saya merasa bangga bahwa pendirian pos dan lapangan terbang tidak menelan korban di pihak masyarakat.Panjang lapangan kurang lebih 600 meter dan pendaratan pesawat yang pertama di lakukan pafa tanggal 25 Juli 1957.
Alasan-alasan untuk membuka pos Pemerintahan pertama di Wesaput adalah;
- Lokasi tersebut terletak dekat sungai Hubula dan sungai itu di pakai untuk transportasi barang dari Hitigima ke Wesaput;
- Lokasi itu terletak dekat perkampungan masyarakat yang pafa waktu itu masyarakatnya tinggal disebrang sungai Hubula;
Lokasi itu juga tidak jauh dari  lapangan terbang Ketika lapangan terbang sudah selesai pembangunannya dan dapat didarati pesawat sejenis dakota,maka kemudian mantan kontrolir Belanda F.Veldkamp mengusulkan untuk memisahkan kota wamena ketempat yang lebih atas lagi yaitu Sinatma,dengan pertimbangan dekat kali Uwe yang dapat memberikan Listrik dan air minum untuk kota.Namun usulan tersebut tidak diterima dan kota Wamena di perluas di sekitar lapangan terbang.
Dalam lanjutan suratnya bapak F.Veldkamp berpendapat bahwa tanggal 14 Desember 1956 adalah tanggal berdirinya kota Wamena di mana awal mulai dilakukannya kegiatan-kegiatan pembangunan Lembah Hubula adalah dari Wesaput penjelasan di atas bukanlah final karena masih ada perbedaan pendapat dikalangan pelaku sejarah.

D.ÀSAL MULA NAMA WAMENA

Tidak ada yang mengetahui dengan pasti awal mula Wamena di gunakan sebagai nama kota Lembah Hubula ini hal ini disebabkan minimnya sumbë data yang otentik yang dapat digunakan sebagai landasan observasi dan pengujian lapangan apakah Wamena di ambildari salah satu nama tempat di Lembah Hubula iniatau dari salah satu bahasa perantara dikalangan masyarakat yang mendiami lembah ini.
Nama Wamena kemudian ditelusuri dari beberapa informasi yang sempat ditulis oleh para Misionaris yang pernah malakukan ekspedisi di daerah ini dengan menyampaikan data tertulis serta informasi lisan yang berhasil dikumpulkan pada sarasehan/seminar hari jadi kota Wamena,tanggal 04 November 1996.
Petikan informasih tersebut adalah sebagai berikut;
"pada tahun 1958 pemerintah Belanda memasuki lembah Hubula melalui lapangan terbang di Hitigima dan membuka pusatnya di Wesaput (muara kali wesak=Wesagaput=Wesaput) dengan kepala pemerintahan Belanda yang pertama (kontrolir) adalah Tn.Velkamp.Tugas pertamanya adalah membangun lapangan terbang dekat kali Uwe(Uweima).Mengenai asal usul dan arti dari Nama "Wamena" ada beberapa pendapat,ada yang mengatakan bahwa nama sebenarnya Uweima (dari kali Uwe+i+ma=di pinggir kali Uwe),yang oleh para pendatang diucapkan salah menjadi Wamena.
Pendapat itu belum tentu benar karena dalam peta yang dibuat oleh ekspedisi Archbol (1938) kali Uwe juga disebut Wamena.Sementara dalam versi yang lain nama "Wamena" oleh Agus Alua menjelaskan dalam bukunya) bahwa orang Wio (nama yang umum digunakan untuk daerah lembah Hubula)
- Sendiri tidak mengenal suatu tempat dengan nama
- Wamena nama itu di berikan pada tahun 1957-1958 oleh Pendeta Jerry Rose yang tinggal dekat lapangan terbang sebagai pengurus barang milik CAMA.
- Pada suatu hari ia melihat mama kandung Kain Wenehule Hubi,Toarekhe Itlay menetekan anak babinya sambil berkata " yi wam ena oo.."(ini babi piara),oleh karena itu ia menyebut tempat itu "Wamena".
Dari penjelasan diatas ini,kurang meyakinkan,namun dengan alasan sebagai berikut;
Menurut catatan dalam arsip Gereja Katolik,pihak CAMA (Pendeta Rose) mulai berdominsili di Wamena pada bulan September 1960 dan tidak pada tahun 1957-1958,kemudian benarkahkah bahwa ibu-ibu Hubula menyusui anak babi kesayangan mereka seperti seorang bayi?
Tentulah hal ini tidak nenar.Cerita itu memberikan gambaran yang keliru kepada orang-orang luar mengenai orang Hubula,lagi pula nama Wamena tidak baru muncul pertama kalinya pada tahun 1957-1958.Nama itu sudah disebut dalam Ekspedisi Archbold pada tahun 1938 sebagai nama alternatif untuk kali Uwe.
Dalam lanjutan siratnya sebagaimana disebutkan diatas,Frits Veldkamp mempaikan bahwa dalam ekspedisi Archbold pada tanggal 26 Agustus 1938 rombongan menyebrang sebuah kali kecil dilereng gunung Trikora pada ketinggian 3.150 meter,yang bernama"Wamena".Masyarakat walesi membenarkan adanya kali kecil itu tetapi bukan namanya Wamena melainkan "Wamela".
Rupanya anggota ekspedisi itu salah mendengar dan mencatat "Wamena".
Kali kecil itu mengalir menuju kali Hubula melalui kali Uwe.Karena kekeliruan itu,ekspedisi Archbold memberikan dua nama kepada kali yang sama Uwe dan Wamena (kali yang mengalir dari Welesi ke kali Hubula disebut kali Uwe dan kali Wamena) pada peta buatan ekspedisi Alchbold yang diterbitkan pada bulan Mei 1939.
Oleh karena itu pemerintah bendah sejak awal kedatangannya memakai nama "Wamena" untuk Pos mereka di lembah Hubula,yang mana diambil dari nama kali Wamena/Uwe.
Dari hasil wawancara terhadap 24 responden pada sarasehan hari jadi kota Wamena bulan November 1996 sebagian besar mrnyatakan tidak mengetahui dari mana nama Wamena itu diambil untuk di jadikan sebagai ibu kota kabupaten Jayawijaya,sedang empat orang saja yang mengetahui asal usul nama Wamena.
Menurut empat orang ini mengisahkan bahwa nama Wamena diambil dari dialog antar Frits Velkamp dengan pembantunya yang sedang mengurus ternak dikandang.Frits Velkamp bertannya:Sedang apa? "An Wam Ena" dari percakapan ini kemudian F.Velkamp mempublikasikan nama tempat ini Wamena.
Dari beberapa sumber informasi diatas menunjukan bahwa nama Wamena telah ada sejak dahulu dan digunakan hingga sejak saat sekarang ini dandapat diterima oleh seluruh masyarakat di Lembah Hubula.yang kemudian diabadikan sebagai ibu kota Kabupaten Jayawijaya.
Setelah kedatangan Drs.Frits Velkamp yang membawa misi pemerintahan pada tanggal 10 Desember 1956 maka berangsur-angsur daerah Lembah HubulaxWamena mulai dikenal baik di tingkat Pemerintah Belanda sendiri maupun kalangan misionaris,dan tak ketinggalan misionaris Katolik yang menetapkan hari pertamanya di Lembah Hubula tanggal 05 Februari 1958 Gereja Katolik masuk di daerah Wamena.
Dengan kehadiran pemerintah dan para misionaris tersebut,maka dalam kurun waktu tahun 1954 sampai dengan tahun 1960,semua masyarakat di Lembah Hubula/Dani mulai mengadakan hubungan dengan dunia luar,yang mengakibatkan hidup dari tradisional ke perubahan yang radikal dalam sturuktur sosial,kegiatan seharichari dan dalam wawasan kebangsaan maupun identitas orang Dani.
Puncak pergumulan orang Dani adalah tanggal 01 Mei 1963 secara resmi Irian Barat kembali kepangkuan Republik Indonesia,dan mulai saat itu pelayanan penyelenggaraan pemerintahan telah beralih dari Hindia Belanda Kepada Pemerintah Republik Indonesia.

B.TANGGAL HARI JADI WAMENA

Guna menghindari kontroversi dan kesimpangsiuran dikalangan masyarakat menyangkut hari jadi Kota Wamena maka Pemerintah Daerah Tingkat II Jayawijaya telah mengadakan beberapa kali sarasehan dan seminar untuk mendapatkan masukan terkait hari jadi kota Wamena yang di laksanakan pada tanggal 04 November 1996,tanggal 05 Maret 1997 dan Seminar pada tanggal 10 Pebruari 1998 dari hasil sarasehan dan seminar tersebut telah diputuskan bahwa Hari Jadi Kota Wamena jatuh pada tanggal 10 Desember 1956 Bentuk keputusan tersebut dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Jayawijaya Nomor 04 tahun 1998.
Penetapan tanggal 10 Desember tahun 1956 bukan tanggal 14 Desember 1956 sebagai Hari jadi kota Wamena lebih banyak di dasarkan pad aspek kedatangan misi Pemerintahan pertama meskipun secara operasional Pemerintahan itu sendiri dimulai pada tanggal 14 Desember 1956.
Saya menyadari tulisan ini belum dapat disajikan secara lengkap karna perlu dikaji kembali untuk mendapatkan gambaran yang lengkap diwaktu-waktu mendatang.
Demikin gambaran singkat sejarah Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya mudahcmudahan apa yang saya sajikan dapat menambah informasih mengenai Kota Wamena.Terimakasih Tuhan Memberkati kita semua  (By Pilo).

Tuesday, January 26, 2021

PEMBERKATAN KAPELA MARIA NINAGONA YOMOSIMO 23 JANUARI 2021

Kapela Maria Ninagona Yomosimo Merupakan pecahan dari Kapela Yesus Natipar Ilukun Waga-waga (Sekalipun secara utuh menjadi wilayah perluasan/milik Paroki KTD Yiwika),mengapa demikian...!
Pada Tahun 1987 Tokoh Umat Katolik Lembah Hubula Yaitu Almarhum Bapak Wamawu  Markus Logo,ayahnda dari saudari A Maria Logo,melaksanakan pendekatan Pastoral atas ijin yang diberikan oleh almarhum Uskup MGR.Jhon Philip Saklil Pr.pada saat Almarhum Uskup menjabat sebagai Pastor Paroki KTD Yiwika,dari pendekatan Pastoral yang dilakukan oleh Almarhum Bpk Wamawu Logo dan pengikutnya yang setia,Bapak Almarhum Iyadloak Ellyas Wetipo ayahnda dari saudari Maria Wetipo,itu berdampak hal itu terlihat dari penerimaan orang tua-tua di wilayah ini,dari kehadiran Bapak Almarhum Wamawu dan pengikutnya di terima oleh Umat Yomosimo dengan tangisan setelah disambut Rombongan dijamu dengan Hepere Bakar dan tebu-tebuan,Hal ini terkesan baik ,Karena tanda bahwa dimana Gereja Tuhan akan tumbuh dan berkembang sepanjang masa ditempat ini.
Kemudian orang-orang tua dan tokoh adat dari berapa klen/marga yang ada di Yomosimo (orang tua diantaranya yang masih hidup sampai saat ini dan kemarin pun hadir dalam pemberkatan adalah Pantiak Wilil),Orang Muda Katolik Juga Ibu-ibu yang mendiami Wilayah Desa Yomosimo,Distrik Wadangku Kab.Jayawijaya merasa gembira dan bahagia dengan mendengar Kehadiran rombongan Almarhum Bapak Wamawu dan umat Yomosimo menginginkan adanya sebuah bangunan fisik yaitu Gedung Gereja secara utuh,Untuk Umat Simpatisan Katolik(Mayoritas belum menerima Sakramen Babtis pada saat itu),mengadakan Ibadat tiap Hari Minggu dan Hari Raya lain.
Pada kesempatan dimana suatu perusahaan raksasa milik Ibu Almarhuma Tien Soeharto yaitu PT Hutama Karya(HK) saat membangun jalan Trans Wamena-Jayapura(Wamena Tengon),Umat Yomosimo mengajukan permohonan kepada Pihak perusahaan untuk membantu membangun sebuah Kapela Sebagai Tempat Ibadat dan pihak perusahaan langsung membangun dengan  sebuah pertimbangan bahwa tempat Kapela dibangan itu juga saat itu menjadi bast camp(pusat perbengkelan dan perumahan karyawan saat itu),maka pembayaran atas tempat itu tidak ditransaksikan tetapi umat meminta biaya tempat itu dialihfungsikan untuk membangun Gedung Gereja Katolik untuk Umat Yomosimo,bangunan itu dibangun dengan lantai semen dan dinding berpapan.
Kapela ini mendapat pemberkatan oleh Uskup MGR.Herman Moningof OFM pada tanggal 18 Agustus 1991 setelah itu Gereja baru ini diberikan tanggungjawab pelayanan pastoral penuh Kepada Bapak Almarhum Iyadloak Ellyas Wetipo dalam perjalanan pastoralnya jumlah umat semakin bertambah dan umat mengadakan musyawarah untuk membangun Gedung Kapela yang permanen,hal itupun diwujudkan dengan memanfaatkan Dana Kampung Yomosimo Distrik Wadangku yang dikepalai Bapak Darius Dabi(beliau dari umat tetangga GKII),umat mengangkat pak Darius Dabi sebagai Ketua Panitia Pembangunan,pak Darius merasa bersyukur atas kepercayaan yang dipercayakan oleh umat Yomosimo untuk pimpin bangun Gereja Katolik sampai selesai membangun dan penyerahan Kunci Kepada pengurus Jemaat terjadi pada Sabtu 23 Januari 2021;
Tanggal 23 Januari 2021 Kapela ini mendapat pemberkan oleh Pastor Dekan Dekenat Pegunungan Tengah Korneles Kopong Pr,di dampingi oleh Pastor Modes,P Alue Dabi,P Petrus Hamsih,P Bartol dalam Pemberkatan ini Segaligus Membabtis 4 Umat Katolik dan 6 orang menerima Komuni Pertama Hal yang istimewa dan penuh Rahmad Allah.
Dalam acara pemberkatan ini juga Bapak Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab.Jayawijaya Jhon Richard Banua turut hadir dalam acara ini dan memberikan bantuan.
Dalam semangat menggereja ini umat Yomosimo akan terus berupaya membangun Pastoran dan Menara Bapak Bupati dalam acara ini memberikan bantuan untuk menara Rp 50.000.000(limapuluh juta) dan Pak Bupati berjanji untuk membatu sampai dengan bangunan selesai.
Kami orang muda katolik ikut berpartisipasi dalam mensukseskan acara pembekatan Kapela Maria Ninagoya Yomosimo.OMK KTD YIWIKA mohon laike dan Komen, Tuhan Memberkati (by Pilo)

Saturday, January 16, 2021

KAPELA YESUS NINETAIKEN AGALE ABUSA,PAROKI KTD YWK,DEKENAT-PT,KEUSKUPAN JAYAPURA.

Kapela Yesus Ninetaiken Agale Abusa,Sebelumnya ada dalam Wilalayah Pastoral Paroki Santo Fransiskus Asisi Musatfak,dari hasil pemetaan Peta Pastoral Dekenat Jayawijaya(Sekarang Dekenat Pegunungan Tengah) dimasukan kedalam Paroki KTD Yiwika pada bulan November Tahun 1976.
Kapela Yesus Ninetaiken Agale Abusa mendapat Pemberkatan pada tanggal 13 Oktober 1990,dari perjalanan pastoralnya Kapela ini mengalami kemajuan baik umat yang menjadi Katolik setelah menerima Sakramen Babtis,Bangunan fisik Kapela Yesus Ninetaiken Agale Abusa juga dibagun secara Permanan dengan Swadaya Umat.
Bagunan baru dapat diresmikan pada tanggal 14 Januari 2020,dalam pemberkatan ini dapat dirayakan dengan Anggota Gereja Baru yang menerima Rahmat Pembabtisan dan Komuni Pertama.
Hari yang menjadi persiapan adalah pada hari Rabu Tanggal 13 Januari 2020,semua yang menjadi tanggug jawab Panitia yang diketuai oleh bapak Piter Sorabut dapat disiapkapkan secara baik dan teratur.
Ketua Kering bapak Vitalis Dabi dan Guru-guru Katekis Mendampingi para calon Babtis dan Komuni Pertama sebelum menerima Sakramin Babtis dan Komuni Oleh Pastor Dekan Dekenat Pegunungan Tengah Korneles Kopong Pr dan Pastor Paroki Modestus Teniwut OFM,di dampingi Para Pastor dari sembilan Paroki juga para biarawati dari Komunitas FSGM dan JMM.
OMK yang ikut ambil bagian dalam Liturgi adalah Simpatisan dari paroki St.Fransiskus Asisi Musatfak dan Seutuhnya Sukseskan Acara Khusus Liturgi Adalah OMK PAOKI KRISTUS TERANG DUNIA YIWIKA,yang mana Frater Balta dan Saudara Roni Marian,Yohanes Dabi,Yoram Mabel,Gabriel Faluk Juga OMK Abusa yang aktif membantu Jalannya Liturgi pada Kamis 14 januari di Abusa.
Limpah Trimakasih dan Penuh Syukur pada Tuhan Atas Acara ini.(By Pilo)

Sunday, January 10, 2021

KUPAS OMK DAN FRATER BALTAZHER BEREK OFM DI STASI KRISTIS RAJA ILUGWA

               "Foto Dengan Umat Depan 
             Pastoran Kristus Raja Ilugwa"
Kunjungan Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika,di wilayah Pastoral Ilugwa pada Sabtu tanggal 09 Januari 2020, Stasi KR ini memiliki empat Kapela dan tiap kapela memiliki ceritera menarik,namun kami tidak ceritan dalam kesempatan ini,kami boleh cerita saat ini ada bagaimana kunjungan kami ini boleh berdampak pada umat Ilugwa terutama OMK yang terhimpun dari empat kering/kapela di Gedung Gereja Stasi KR Ilugwa,Orang Muda Katolik punya visi yaitu melahirkan Kader Katolik yang Berkualitas dan mampu bersaing disemua lini kehidupan.
OMK bersama frater Balta tiba pada hari sabtu 09 Januari 2020.
             paskalis logo dan marta dabi
Rentetan Kegiatan pada sabtu sbb;
1.Kami mendapat sambutan dari Ibu ketua Stasi dan Bapak Pilatus Mabel Ketua Stasi Ilugwa.
2.OMK Tuan Rumah dan OMK Paroki latihan bersama untuk Hari Minggu.
3.Bung Piter Togotly & Ketua Stasi Persembahkan Wam 1 Ekor untuk kita Jamu Bersama.
4.Hari Minggu 10/01/2020 Kita Misa Bersama Umat Stasi Ilugwa dengan sukacita.
Frater Balta dalam Homilinya lewat perbandingan Markus 1:7-11,mengajak kita "sekali katolik tetap katolik untuk selamanya" maksudnya pertahankan Iman Katolik dengan tindakan nyata...
5.Setelah Misa Bersama, Kami Kembali Ke Paroki.
Nilai Kebersamaan yang kami bangun dalam hidup berpastoral ini tidak akan putus,dia akan mengalir seperti sungai selama Tuhan berkenan dan mengijinkan kami dalam Jalan-Nya.
Kami Pengurus menyampaikan limpah terimakasih pada Bung piter Togotly dan Ibu yang senantiasa punya hati untuk Mendampingi OMK dalam menyiapkan kader Katolik terbaik.(by pilo)

Tuesday, January 5, 2021

TIGA PASANGAN YANG MENERIMA RAHMAT KUDUS DALAM SAKRAMEN NIKAH ADALAH;MARKUS ELOSAK-SISILIA KOSAY,EMANUEL ELOSAK-YANUARIA WETIPO DAN YESAYA KOBAK-ORINA ELOSAK UNTUK"MENJAGA MARTABAT SAKRAMEN PERNIKAHAN"

30 Desember 2020 menjadi Hari bersejarah bagi tiga pasangan ini,mengapa demikian karena Pemberian Sakramen Nikah ini diberikan oleh tiga Imam yaitu;Pastor Modes,P.Petrus dan P.Edi Doga,ketiga Pastor tersebut fari konggregasi Fransiskan Duta Damai Papua atau yang lebih dikenal dengan sapaan/gelar OFM,Kesempatan emas ini pater Modes mengingatkan dalam homilinya agar ketiga pasangan menjaga Martabat Sakremen Nikah yang telah diterima supaya hidup Kudus seturut Kehendak Allah dalam karya-karya pasangan bertiga.
Dalam perayaan Kudus ini OMK Paroki Kristus Jaya Wamena menjadi Kor utama untuk mengiringi alunan lagu-lagu pujian penyembahan gaya baliem dengan pemain kiboar saudara Andre Hubi.
Dalam perayaan ini pater Modes megadakan Pemberkatan Nikah Kepada tiga pasangan ini adalah pemberkatan perdananya setelah menggantikan pater Broury Renyaan OFM.
Setelah Misa Kudus tersebut selesai dilanjutkan dengan resepsi Pernikahan dihalaman Stasi Kristus penebus Dunia Usilimo,yang memotori acara resepsi tersebut adalah saudari Erma Sorabut dengan menjadi MC hingga sampai acara selesai.
Dengan mengucap syukur pada Tuhan Kami Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika tetap eksis dalam menjaga keutuhan dan Nilai KekuDusan yang telah terjadi pada kesempatan ini dwngan terus Berdoa dan Bekerja wa wa.(by Pilo)

Monday, December 28, 2020

PESTA NATAL DIKAPELA YESUS NINAPILAMO MILIMA

Dalam Kesempatan Pesta Natal ini Frater Baltazher Berek OFM.Mendapat kesempatan untuk melayani Liturgi Sabda Di Kapela Yesus Ninapilamo Milima,Dalam homilinya frater Balta menegaskan Orang Berdosa dan Tindakannya...Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa,maka kita menipu dri kita sendiri dan kebenaran tidak ada pada diri kita...Perbandingan 1 Yoh.1:5-2:2 yang dihubungkan dengan Injil Mat 2;13-18 Frater Balta membuka ruang berpikir kita sebagai umat Katolik,apakah sejauh ini saya benar-benar jadi Katolik atau tidak,Apakah saya sibuk dengan perkara-perkara Tuhan/Surgawi atau sibuknya saya dengan perkara Duniawi,Sebagai ajakan;Frater Balta mengajak agar kita wajib megabdi pada Tuhan lewat Gereja...Setelah perayaan Sabda selesai dilanjutkan dengan makan bersama di rumah Kring Yesus Ninapilamo Milima
Bentuk kebersamaan Umat yang tua juga umat yang muda(OMK & SEKAMI).
Semoga Tuhan Memberkati,
Kordinator OMK Paroki KTD Yiwika (By Pilo)

Sunday, December 27, 2020

60 UMAT KATOLIK BARU YANG MENERIMA SAKRAMEN BABTIS DAN KOMUNI PERTAMA,STASI KRISTUS PENEBUS DOSA USILIMO,PAROKI KTD YIWIKA,KEUSKUPAN JAYAPURA.

       Kapela Santo Fransiskus Meagaima

Pater Modestus Teniwut OFM,Setelah Memberikan Sakramen Babtis dan Komuni Pertama Kepada Para Calon yang sudah mengikuti pembinaan selama ini pada 25 Desember 2020 di Gedung Gereja Stasi Kristus Penebus Dosa Usilimo,Pater Modes di akhir Perayaan Sakral Tersebut menasihati Umat yang baru menjadi anggota Gereja Katolik tersebut agar,Mau aktif dalam hidup menggereja,lebih pada itu,Pater Modes memberi ingatan kepada seluruh umat Stasi Usilimo agar mengedepankan Liturgi daripada Barapin,Hal ini dinilai oleh pastor Modes sebagai pembina utama dalam membibing dan mengajar Iman umat Serta MenguDuskan Sakramen-Sakramen bagi Keselamatan umat di Paroki Kristus Terang Dunia Yiwika,agak tidak setuju dengan Hal-hal yang menghambat jalannya Perayaan Ekaristi,karena umat lebih utamakan Barapin/makan-minum daripada menghayati dan memaknai perayaan Ekaristi Kudus tersebut,dan sebagai catatan kaki pater Modes ingatkan jika lain waktu jangan Gelar Acara Bakar Batu di Halaman Gereja kalau boleh tempatkan untuk bakar batu jauh dari Halaman Gereja.
(Kordinator Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika)"By Pilo"

"SUARA GEMBALA"MALAM KUDUS 24 Desember 2020 Paroki KTD Yiwika.

MISA MALAM NATAL,DIPAROKI "KTD"YIWIKA,Diwarnai dengan suasana batin yang tidak harmonis,hal ini bisa terlihat dari ekspresi umat yang hadir dalam Misa Malam Natal 24 Desember 2020 tersebut,Namun Pastor Membetangkan Tema Natal Tahun ini yakni; "Kita Menyambut Dia Yang Mau Menjadi Saudara"Dengan Tema Natal Tahun ini pater Modes mengajak kita untuk saling menerima kekurangan dan kelebihan orang lain sebagai saudara karena Yesus sendiri mau menjadi saudara bagi kita tanpa melihat perbedaan.Natal tahun ini tidak semeriah Natal tahun-tahun sebelumnya...Pertama mungkin karena Wabah Virus Corona-19 yang ssudah metajalela kebebwrapa belahan bumi.Umat Katolik ditahun ini semangat menggereja semakin kurang,Karena lemahnya peran dari Petugas Pastoral lokal dalam memberikan Kesadaran Terkait Katekese(petugas yang dimaksud Guru-guru yang selesai dari Sekolah Tinggi Pastoral Katekese(STPK),kurangnya pendampingan pada umat akar rumput,sebagai wujut pendekatan Pastoral maka banyak kecederungan umat yang muncul dalam benak mereka,sebagai contoh umat yang sudah terima sakramen Babtis memilih untuk tinggalkan Gereja Katolik dan Kasus lain Petugas Lokal ini tidak ada pendekatan pastoral pada mereka yang bwrpoligame dan hal lain faktor ekonomi juga kadang menjadi pemicu umat untuk meninggakan Iman Katoliknya...Jadi yang menjadi pertanyaan umum akankah Gereja Katolik tetap berdiri Kokoh dilembah Agung Hubula atau Timpang dan Hancur.
(Kordinator Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika(By Pilo)

Monday, November 2, 2020

KEUANGAN DAN HARTA BENDA PAROKI (KHK buku V)

Puji Tuhan Narasi Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika berikut ini sesuai Topik diatas.
               =======Umum=====
Dalam rangka membangun gereja Mandiri yang Misioner yang di jalankan ditingkat Paroki,Sudah layak dan sepantasnya diperhatikan suatu tata tertib dan disiplin dalam pengelolaan keuangan dan harta benda Gereja/Paroki.Secara bartahab,bertingkat dan berlanjut perlu ditanamkan dan dikembangkan kesadaran umat untuk bertanggung jawab,untuk menjadi dewasa,mandiri dalam hal pengadaan dana untuk hidup dan kegiatan persekutuan.Selain untuk mengembangkan kemandirian umat dalam hal dana,panggilan misioner paroki juga ditanamkan dan dikembangkan secara bertahap dan pasti.Panggilan misioner Gereja untuk bersetia kawan atau peduli  dengan swluruh persekutuan kepada mereka yang membutuhkan khususnya yang miskin dan terlantar,tidak bisa ditannguhkan sampai persekutuan berkecukupan dalam hal keuangan.
====Menyelenggarakan  Keuangan Secara Sehat====
Tatib dan disiplin  menyelenggarakan keuangan paroki perlu diatur,dengan memperhatikan apa yang berlaku dalam keuskupan.Terkait pokok ini pimpinan Keuskupan telah mengedarkan suatu pedoman yang mengatur tatib dan disiplin keuangan paroki.
Semua yang terkait dengan cara mendapatkan dana,cara menyimpan,cara mengelola,cara menggunakan telah diatur dalam buku pedoman pastoral.Termasuk didalamnya juga suatu sistim administrasi yang mebnjamin transparansi dan akuntabilitas keuangan paroki.Semua pedoman itu tidak dicatat disini,tetapi dengan Narasi OMK ini dirujuk  untuk mengindahkan semua yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan itu sebagaimana yang telah dituangkan dalam buku:
MENYELENGGARAKAN KEUANGAN YANG SEHAT  - Pedoman Keuangan Keuskupan Jayapura,yang dikeluarkan pada tahun 2009.Selama belum ada ketentuan lain,mK Narasi OMK ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Buku Pedoman Kerja Dewan Pastoral Paroki.
====Pengurus Badan Gereja====
Pengurus Badan Gereja,seperti yang tercantum dalam Akta Pendirian Paroki adalah suatu badan dalam Gereja Katolik (yang sudah lama dialankan,namun baru mulai dalam tahun belakangan ini direkenalkan dan dimulai dalam Keuskupan Jayapura).Badan Gereja ini  adalah suatu badan hukum yang mengelola harta benda dan keuangan Gereja Paroki dan mewakili Paroki dalam urusan legal.Sambil Pedoman Dasar  Dewan Pastoral Paroki ini disosialisasikan dan direalisasikan,badan ini diperkenalkan dan diharapkan akan mulai dijalankan ditiap Paroki berkaitan dengan berlakunya Pedoman Dasar dalam penjelasan ini.Panduan yang lebih rinci dapat ditemukan dalam anggaran dasarnya sebagaimana yang tertuang dalam akta pendiriannya.Catan ini hanya merujuk kepada dokumen aslinya,yang juga menjadi bagian tak terpisahkan dari Buku Pedoman Dasar DPP.

           ====Ijin Uskup====
Ijin Uskup secara tertulis diperlukan untuk:
Membangun gedung baru,merombak gedung,menambah gedung atau ruang,mengadakan perubahan besar dalam bentuk dan fungsi gedung,menerima dan memberi atau menjual gedung dan/atau tanah,menerima hibah atau menghibahkan tanah.Kriteria penilaian paemberaian antara lain: tidak merugikan kepentingan,citra dan nama baik Gereja,sesuai dengan situasi  sekeuskupan setempat,layak,wajar dan tidak berlebihan serta efisien,sesuai dengan peraturan pemerintah.Dalam menyelesaikan masalah-masalah yuridis tentang harta milik paroki,Pastor Paroki atas nama Dewan Pastoral Paroki hendaknya mengajukan permohonan ijin kepada Uskup secara tertulis,dan dijawab Uskup secara tertulis.Semoga Bermanfaat Tuhan Memberkati tetap semangat.(by pitlog)

Tuesday, October 27, 2020

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG...EMPAT TOKOH SEPANJANG SEJARAH DALAM PERJANJIAN BARU YAKNI MATIUS,MARKUS,LUKAS DAN YOHANES

Puji Tuhan kesempatan kali ini,Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika Akan memperkenalkan Empat Tokoh Penting Dalam PerJanjian Baru,Yang Pertama adalah Matius;"Sebagai mantan Pemungut Cukai,Matius yang sering dikenal juga dengan nama Lewi,dengan ketelitiannya mampu mengutip kata-kata asli Yesus sendiri yang ucapkan pada berbagai kesempatan dibanding dengan Injil-Injil lainnya.
Sebagai  Murid Yesus Matius menulis Injil untuk orang percaya bangsa Yahudi.Tujuannya untuk memberikan kesaksian Kisah Kehidupan Yesus dan untuk meyakinkan bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Mesias,seperti dinubuatkan oleh Nabi-Nabi Perjanjian Lama" 
Terdiri dari 28 Pasal
Penulis:Matius
Tema : Yesus Raja Mesianis.
Tahun Penulisan :+ 60-an Masehi.
Tokoh yang kedua adalah MARKUS;"Penginjil Markus lebih menekankan kewibawaan Yesus yang nyata dalam perbuatan-perbuatan dan Pelayanan-pelayanan serta pengajaran-pengajaran-Nya dibandingkan perkataan-perkataan-Nya.
Markus termasuk angkatan pertama orang kristen dan memiliki kesempatan unik dengan kedekatan dan pelayanan 3 orang  rasul,yaitu;Paulus,Barnabas dan Petrus.Dalam Injil ini,Markus menulis untik memperkuat dasar Iman orang percaya di Roma fan untuk dan untuk mendorong mereka untuk setia menderita demi Injil.Karena fibaeah pemerintahan kaisar Nero,orang-orang diperlakukan secara kejam bahkan ada yang disiksa melebihi  batas sampai dibunuh."
Injil Markus terdiri dari 16 Pasal
Penulis :Markus
Tema : Yesus Sang 
             putra hamba
Tahun Penulisan :55-65 M.
Tokoh yang Ketiga adalah LUKAS;"sebagai Seorang Dokter berkebangsaan Siria Lukas melihat didalam Injil sebaga kekuatan yang mempersatukan Umat dengan Allah dan diantara Umat sendiri.
Lukas adalah serang doter dan teman sekerja Paulus yang setia menulis catatan secara lengkap dan cermat tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus sampai pada hari Yesus terangkat.
Sebagai seorang petobat Yunani Lukas menulis dengan ilham RohKudus dengan tujuan agar petobat-petobat non Yahudi dapat mengetahui dengan pasti kebenaran yang tepat itu."
Injil Lukas terdiri dari 24 Pasal
Penulis :Lukas
Tema :Yesus Juru Selamat yang Ilahi
            dan Manusiawi
Tahun penulisan :60-63 M
Tokoh yang Keempat adalah YOHANES;
"sebagai orang yang sangat dekat dengan Yesus dan menjadi Rasul selama 60 tahun.Yohanes menyatakan dengan jelas bahwa lanjutkan pelayananan,Yesus akan melalui penyertaan Roh Kudus.
Sebagai Murid yang dikasisi-Nya,Yohanes diminta oleh para penatua di Asia untuk menulis Injil tentang kepribadian dan keilahian Yesus untuk menyangkal ajaran sesat Cerinthus,seorang Yahudi yang cukup berpengaruh pada jaman itu.
Mengingat kedekatan Yohanes dengan pribadi Yesus,maka bisa dikatakan Injil ini unik dari ketiga Injil lainnya,karena Yohanes menyatakan kepribadian Yesus dalam gaya yang sangat berbeda,khususnya dalam hal pelayanan Yesus didaerah Yudea dan Yerusalem."
Injil Yohanes twrdiri dari 21 Pasal
Penulis : Yohanes
Tema : Yesus Putra Allah
Tahun penulisan :80-95 M.
Semoga ini menjadi agenda anda untuk menncintai Injil Kristus,Salam Kompak Tuhan Memberkati (by pitlog).



Wednesday, October 21, 2020

KARYA PENDIDIKAN DAN PERSEKOLAHAN

Setelah Tanah Papua berintegrasi dalam Republik Indonesia pada tahun 1963,dengan sendirinya dunia persekolahan harus menyesuaikan diri dengan kebijakan yang berlaku di indonesia,termasuk kurikulum pendidikan.Kalau sebelumnya kurikulum memungkinkan suatu improvisasi dan penyesuaian dengan keadaan setempat,maka sekarang harus terapkan kurikulum nasional.Pendidikan disekolah menjadi semacam indoktrinasi,memasukan ilmu pengetahuan baru dari luar lingkungan hidup anak-anak.Selain itu semua SD ditingkatkan menjadi 6 tahun.Namun karena kekurangan guru maka Misi hanya menjadikan SD-SD di pusat Paroki dan di pos pemerintah sebagai SD 6 tahun,sedangkan dipos-pos kecil tetap SD 3 atau 4 tahun saja.
Sekolah-sekolah yang awalnya dengan susah payah dibuka oleh Gereja Katolik di seluruh Lembah Balim perlahan-lahan mulai doterima oleh masyarakat:jumlah anak sekolah makin tahun makin meningkat.Pada tahun 1967 sudah ada 755 murid di 21 SD Katolik dan pada akhir tahun 1968 jumlah itu sudah mencapai 2.308,termasuk termasuk 605 anak perempuan.Hal itu antara lain dipengaruhi secara positif oleh ketegasan pihak polisi dan militer yang mendorong masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
Sementara itu di Wamena telah dibuka beberapa sekolah lagi seperti SD GKI,SD YPPGI danSD Negeri.Hasil pertama sekolah Katolik diperoleh pada tahun 1968 berupa 4 guru Katolik asli Balim yang berijazah.
Walaupun jumlah guru terlalu sedikit,kwalitas mereka cukup baik.Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor.Faktor pertama adalah mutu yang baik disekolah pendidikan guru yaitu ODO atau dalam perkembangan kemudian SGB dan SPG.
Faktor kedua yang turut mempengaruhi kwalitas seorang guru adalah bahwa pada waktu itu seorang guru hampir tidak mungkin ditempatkan didaerah asalnya sendiri,karena ternyata mereka berkembang lebih baik disuatu daerah lain.
Faktor ketiga adalah bahwa Gereja Katolik berhasil untuk mendapat sejumlah guru Katolik terseleksi dari Jawa,yang dedikasihnya dan kesetiaannya sungguh patut dipuji dan dihargai.Untuk menghormati para guru dan guru-katekis yang pernah mengabdi di Lembah Balim,berikut ini daftar formasi guru-guru disekolah-sekolah Katolik di Balim pada akhir bulan Drsember 1968:

a.Sekolah SD Wamena Guru;
   S.Sumarno,A.Susanto             I.Komber,A.Sajaminan.
Guru-Katekis;Alfons Maunda.

b.SD Wesaput Guru;
   R.Parno
Guru-Katekis;Leo Hubi

c.SD Wouma Guru-Katekis;Jan Kaotiperi
d.SD Kama Guru-Katekis Abr.Itlai,E.Taji
e.SD Honelama Guru-Katekis;L.Kadepa,
    Ailapo
f.SD Sinatma/Welesi Guru;
   R.Potawapea
Guru-Katekis;
  Timotius Dou
g.SD Hepuba Guru;
   V.Sukarno
Guru-Katekis; D.Ande
h.SD Pugima Guru;
    Sedang di bangun
i.SD Ohena/Minimo Guru;
  Piet Pane
Guru-Katekis; S Maturani
j.SD Ohena Hegehago Guru;
  F.Djumeno
Guru-Katekis;J.Tatogo
k.SD Mebagaima Guru-Katekis ;
   Jos Oagai,D.Tekege
l.SD Lukaken Guru-Katekis;A.Gobai
m.SD Pikhe Guru;
     M.Wangsit,W.Susanto,W.You,D.Tarapea
Guu-Katekis; Isak Kosi
n.SD Holima Guru;
   M.Murijo
Guru-Katekis; B.Dumopa
o.SD Yumugima Guru-Katekis;B.Boma
p.SD Eragama Guru-Katekis; 
   Thomas Himan
q.SD Anelagak Guru-Katekis;
    L.Pigai
r.SD Yiwika Guru;
   R.Rujiman,W.Sukarsono,S.Epatapea
   B.Asso
s.SD Mulima Guru; B.Nowyagir
Guru-Katekis;E.Emarumu,A.Nabar.
t.SD Waga-Waga Guru; F.Sujadi
Guru-Katekis;M.Tebai
u.SD Wenabubaga Guru;
    J.Sudijana
Guru-Katekis; K.Boma
v.SD Musatfak Guru;
   Natalis Kujami,Piet Maturbongs
Guru-Katekis; Piet Pabika
w.SD Asologoima Guru;
    B.Pekei
Guru-Katekis; Jakobus Hubi
x.SD Abulukmo Guru;
   G.Dalijo
Guru-Katekis; Joh.Kanikie
y.SD Elagaima Guru; p.Mardijono
Guru-Katekis; A.Iyai
z.SD Sama Guru-Katekis; Isak Doga
a.SD Woogi Guru; Jules Kobogau
Guru-Katekis; Niko Hubi
b.SD Miligatnem Guru; M.Doropia
Guru-Katekis;U.Tegai
c.SD Karep/Usilimo Guru-Katekis;
   B.Putaka
d.SD Wenabusili Guru-Katekis; D.Iyai
Kursus Katekis ; Tom Beanal,Frans Stopel
Pembantu Umum; Sr.Radbodadan guru Amareyao.
Sejumlah tamatan SD melanjudkan sekolah ke SGB/SPG di Biak atau Waena,yang lain pergi ke SMP di Jayapura.
Jumlah tamatan SD makin meningkat sehingga direncanakan pendirian sebuah SMP Katolok di Lrmbah Balim.Maka pada tahun 1971 secara resmi didirikan SMP pertama di Jayawojaya yaitu SMP YPPK Santu Thomas.Pendirian SMP ini kemudian disahkan oleh pemerintah dengan surat keputusan Gubernur KHD Tingkat I Irian Barat,Nomor 78/BIB/71 tertanggal 27 Mei 1971.Mulai terhitung tanggal 1 Januari 1979 SMP Katolik ini mendapat subsidi dari pemerintah.Kepalala Sekolah yang pertama ialah Bapak Stef Sumarno yang mulai dengan 10 murid.Tiga tahun kemudian 7 diantara mereka mengikuti ujian akhir dan mereka semua dinyatakan lulus.
Demikian perjalanan karya pendidikan dan persekolahan.Sumber Tulisan dari  Sejarah Gereja Katolik di Lembah Balim-Papua-Karya/penulis Pater Frans Lieshout OFM.
(by.pitlog)







Sunday, October 18, 2020

KURELU:Simokak-Yiwika Daerah Suku Logo-Mabel

Tuan Kurelu Mabel
Setelah mengadakan orientasi selama satu bulan lebih di Lembah Baliem dan Khusnya di Lembah Siep-Kosi,Pater Frans Van Maanen mulai mengunjungi daerah Kurelu untuk mencari kontak dengan masyarakat dan keadaannya.Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1960 ia memasuki daerah kurelu dengan maksud untuk menetap disitu.Ia berangkat dari Yumugima,tidak lewat Aikima yang bermusuhan dengan Kurelu melainkan lewat kaki gunung sampai bukit Sut.Ppada waktu mengarungii kali Elokora,Pater Frans ketemu dengan  Kain Kurelu Mabel yang kebetulan berada disitu.Pater Herman Petersyang menemani Pater Frans Van Maanen itu memperkenalkan pater baru itu kepada Bapak Kurelu dan menyampaikan tujuan perjalanan mereka.Kurelu menerima mereka dengan cara yang istimewa: Kurelu membungkuk dan menimba air dengan kedua tangannya.Dengan tanda penerimaan ini,Bapak Kurelu sekaligus menyatakan bahwa seseorang yang ingin tinggal di daerahnya,lebih dahulu harus menerima,mempelajari dan meresapi keberadaan mereka.Setelah penerimaan itu Kurelu menghanyar Misionaris itu ke kampung simokak,walaupun mereka bermaksud untuk membuka Pos Misi di Yiwika,dimana Pater Piet pernah "membeli" sebuah honai.Kain Doni Alua menerima mereka di Simokak dan menganggap kedua misionaris itu sebagai tamunya sendiri.Setelah bermalam diSimokak,Pater Faran dan Herman kembali ke Wamena untuk mengambil bahan bangunan bagi Stasi Simokak.Beberap pemuda ,antara lain Kirimo Alua dan Pele Wetipo,mengikuti mereka ke Wamena unruk membantu.Pater Van Maanen kembali ke Simokan dengan Pater Apemusi/Blokdijk,yang lebih berpengalaman dengan membuka sebuah Pos yang baru.Ia memakai beberpa kriteria yang harus terpenuhi untuk di terima sebahai Pos Misi a.l. tempat itu harus dekat sumber air atau kali,dekat pusat adat dan dekat perkampungan masyarakat; dan tanah itu cukup luas untuk dapat membangun suatu stasi lengkap dengan gereja,pastoran,sekolah dan bilamana perlu juga sebuah lapangan terbang untuk pesawat kecil.Walaupun di sekitar Simokak tidak ada kemungkinan untuk membuat sebuah lapangan terbang,diputuskan untuk mrmbangun Pos Misi yang pertam didaerah Kurelu di simokak.Dengan demikian Gereja Katolik hadir di daerah Kurelu sejak tanggal 1 Desember 1960.
Dengan energi dan semangat besar pater  Frans Van Maanen membangun rimahnya di Simokak dengan bantuan dari
masyarakat dan seorang pemuda asal W aris bernama Herman.Kadang-kadang seorang rekan misionaris datang membantu jiga.Sebagian kebutuhan didatangkan dengan Cessna yang mengadakan dropping pertama di lokasi pembangunan pada tanggal 8 Desember.Untuk kepentingan penerbangan,Simokak medapat sebuah pemancar yanh untuk pertama kalinya mengudara pada tanggal 3 Maret 1961.Pada awal bulan januari 1961 sudah mulai dibangun gedung sekolah yang sudah selesai pada tanggal 1 Februari dan pada hari itu Guru Yan Amo mulai memberikam pelajaran kepada 26 murid di SD Simokak itu(namun jumlah murid kemudian berkurang lagi seperti di tempat-tempat laing) sedangkan 5 anak di antar ke Wamena untuk masuk di sekolah pusat Misi.Guru Yan Amo yang berasal dari Waris,dengan cepat sekali menjadi akrab dengan masyarakat hal mana berpengaruh besar pada pembangunan daerah Kurelu itu.Misi Katolik makin mendapat simpati dari kalangan masyarakat Kurelu sedangkan pihak lain seperti pemerintah dan CAMA tidak mendapat izin untuk membuka pos di daerah mereka.Setelah geding sekolah,pater Frans mulai membangun hedung gereja yang berbentuk honai besar berdiameter 20 meter,di lengkapi dengan senuah menara lonceng mirip menara penjaga musuh tradisional (kayo).Bangunan inkulturatif itu menjadi kebanggaan masyarakatfan mulai bulan Juli Patet Frans merayakan Ekaristi Kudus di gereja Simokak dan memberikan pelajaran agama kepada anak-anak,guru-guru dan orang dewasa.Pelajaran agama berdasarkan Kitab Suci itu didukung oleh pertunjukan gambar-gambar dengan menggunakan proyektor lide.Pemberkatan gedung gerja di Simokak dirayakan pada tanggal 6 September 1961.
Selain membangun pos diSimokak,Pater Van Maanen mempelajari serta nendata seluruh daerah Kurelu untuk dapat membuat suatu rencana bagi daerah yang dipercayakan Kepadannya.Ia mau secepat mungkin membangun 7 sekolah bersubsidi maupun non-subsidi dimana para guru tidak hanya memberikan peljaran kepada anak-anak tetapi sekaligus menghadirkan Gereja ditengah masyarakat sebagai misionaris awamserta "menduduki"seluruh daerah itu sebagai pelayanan Gereja Katolik.Selain di Simokak direncanakan pembangunan sekolah dekat masing-masing kampung Lukigin,Mulake,Herkenharek,Kiwitsilimo,Kibaima dan Obia.Lima sekolah yang pertama sudah operasional pada pertengahan tahun 1961 dan mendapat subsidi mulai tanggal 1 September 1961.Tiap sekolah berukuran 4X8 meterdan terdiri dari dua ruangan satu untuk ruang kelas dan satu untuk tempat tinggal bagi guru.Untuk mendapat persetujuan dari kepala sukudan masyarakat selalu harus diadakan negoisasi dan kemudian harus di "beli" suatu lokasi/tempat serta bahan bangunan.Motivasi untuk menyetujui pembangunan sebuah Sekolah tentu bukan karena sekolah dan pendidikan formal itu sendiri,melainkan karena simpati dengan Pater,karena "pembayaran" berupa sejumlah kapak besi,mikak (kulit bia) atau karena masyarakat mengharapkan tidak akan buka Pos Polisi bilamana ada Pos Misi atau sekolah.
Sumber tulisan dari pater Frans Lieshout OFM.Sejarah Gereja Katolik di Lembah Baliem-Papua Halaman 114-118.
Sejarah adalah pijakan untuk kita memulai sesuatu dinegeri tercinta ini.Salam Kompak bagi Semua Tuhan memberkati (by pilog)

Saturday, October 17, 2020

PENYERAHAN KOSTUM BOLA OLEH KAKAK HANALENA MABEL KEPADA SEGENAP PEMUDA DILAPANGAN SEPAK BOLA PAROKI KTD YIWIKA,DISAKSIKAN OLEH PASTOR MODESTUS TENIWUT OFM.DISTRIK KURULU KAB.JAYAWIJAYA.

Dalam Acara Penyerahan Kaos Bola ini Kak Hana menyampaikan dengan dukungan kaos bola yang diberikan tersebut  mendukung minat dan bakat,para pemuda dan pemudi diyiwika dalam mengukir prestasi diBola.
Kak Hana juga berpesan agar orang muda mampu menumbuhkan Kesadaram dan tanggung jawab dalam diri sebagai pemain bola juga dal kegiatam apa apa saja
Dalam acara penyerahan kostum bola ini,jumlah peserta yang hadir 100 orang pemuda dari berbagai dedominasi Gereja,pastor Modes Sebagai Pembina Orang Muda Katolik minta agar para muda mudi ini jaga persatuan dan kesatuan juga kerjasama dibidang lain juga.
Setelah penyerahan Kostum Team yang berlagak duluan lipangan hijau paroki KTD Yiwika adalah Team dari Kombas Santo Plhipus dan OMK KTD Yiwika.Demikian Info ,(by pilog)



Sunday, October 4, 2020

PERTANDINGAN PERSAHABATAN FUDSAL PUTRI/PUTRA DILAP.FUDSAL GEDUNG TRIKORA,OMK KOMBAS ST.PHILIPUS DAN OMK PAROKI KTD YIWIKA.

Minggu 04 sebtember 2020 Pertandingan persahabatan yang kami gelar,di gedung Trikora antara Kombas St.Philipus  dan OMK Paroki KTD Yiwika putri dan putra ini dalam rangka memupuk tali persaudaraan, kegiatan persahaban ini dimotori oleh Pak Markus Elosak dan OMK Kombas St.Philipus.
Adapun aturan main yang menjadi komitmen dalam pertandingan persahabatan ini,yaitu setiap tim yang menggolkan dua gol pada team lawannya wajib Skot jam bagi putri kemudian untuk putra wajib pust up.
Selama pertandingan berlangsung bagi team yang mengalami atu mencetak gol team ini jadi raja lapangan dan team yang kalah dua gol langsung meninggalkan lapangan paertandingan dan diganti dengan tiem yang sudah siap.
Kombas St.Philipus terdiri dari empat team fudsal dua team putri dan dua tem putra sedangkan OMK Paroki terdiri dari delapan team yaitu empat team putri dan empat team putra.suasana saat bertandingan berlangsung meriah baik pemain maupun penonton dan terkihat dari ekspresi mereka ada kedamaian dan sportifitas yang positif.
Ekspresi yang diperlihatkan dilapangan fudsal dari kedua team.
Setelah pertandingan usai semua team yang terlibat dalam pertandingan persahabatan ini mendapat arahan dari Pak Markus bahwa Kegiatan ini menjadi puncak dimana dalam mendukung minat dan bakat OMK dalam menyongsong ifen turnamen/olahraga bola kaki dikab.jayawijaya.Demikian arahan dari pak Markus yang  memfasilitasi pertandingan persahabatan ini.
Kami sebagai Kordinator OMK memberikan apresiasi yang positif dalam kegiatan ini,dan inilah yang kami harapkan selama ini.Tuhan Memberkati semaua wa wa wa.

Thursday, October 1, 2020

STASI KRISTUS PENEBUS DUNIA WOSI

Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika,Menggelar Aksi Pembersihan Gereja Kristus Penebus Dunia Bersama Tokoh Umat dan Pengurus Stasi Wosi,Pembersihan ini dimotori oleh Pak Markus Elosak dan Pak Dam Entama Kedua Tokoh Muda ini dari Kombas St Philipus yang ada dikota Wamena.Kami OMK Paroki Ketika hadir dilingkungan Stasi ini mendapat sambutan hangat dari umat Setempat terutama para pengurus dan tokoh umat setempat.Setelah Melaksanakan Pembersihan Kami dapat diantar oleh pak Markus dan Pak Dam.
OMK Sebagai Tulang Punggung Gereja Harus peka terhadap lingkungan Pastoralnya.
Dalam Moment Ini Dari Paroki Gabriel Faluk dan Januarius Mabel sebagai tenaga inti mengoperasikan mesin Rumput.

Wednesday, September 30, 2020

Hari ini kamis 01 oktober 2020 OMK sebagai Kader Pemimpin Masa Depan

Sebagai pemegang tongkat Estafet,OMK KTD YIWIKA,Tetap eksis dan konsisten dalam mengemban tugas Pastoralnya,sebagai misionaris kecil OMK Yiwika mewartakan Injil Kristus dalam berbagai kegiatan yaitu;
01.Pewartaan lewat Pekerjaan fisik,orang muda menyadari salah satu momentum yang istimewa Tuhan bisa hadir itu lewat pekerjaan yang melibatkan banyak orang muda,juga sebagai umat  beriman yang meluangkan waktu untuk hadir ikut berpartisipasi didalam kerja fisik baik itu kerja pagar,kerja kebun,pembersihan Gereja dll.
2.Setiap OMK wajib memiliki alat kerja sepeti;Kampak,Parang,Sekop,Linggis,Gergaji,Matelu/Hamer dll,alat kerja inilah yang akan menumbuhkan kesadaran pada orang muda untuk terus bekerja tampa kenal lelah dan mereka sebagai kader atau pemilik masa depan akan tumbuh lebih baik
Satu pekerjaan fisik yang melibatkan banyak orang muda yaitu pembuatan pagar diasrama Putri Yawukane Amene yang dikelela olah Konggregasi FSGM diParoki KTD Yiwika.
3.Orang muda juga diwajibkan memiliki Alkitab dan Madah Bakti  sebagai landasan dalam pengembangan iman Katolik,OMK   paroki Yiwika juga mengadakan Kunjungan pastoral  sesuai Kalender liturgi.
4.OMK YIWIKA tetap mendamping Adik-adik SEKAMI dari Paroki Yiwika yang tersebar di Tujuh Wilayah Pastoral Paroki KTD Yiwika.
Semua Rangkaian Kegiatan ini tujuannya satu yaitu menamkan nilai-nilai hidup yang benar,yang nantinya juga bermanfaat bagi para kaum muda sebagai pemilik masa depan  yakni sebagai Kader keluarga,bangsa dan Geteja.
Makan bersama satu sama lain juga memiliki makna tersendiri yaitu menanamkan Nilai Kasih yang ajarka Yang diSjarkan Olej Yesus sendri.

Frater Balta OFM Yang menggantikan Frater Igi OFM

Frater Balta OFM,Saat melaksanakan kunjungan pastoral pertamanya bersama Orang Muda Katolik Paroki KTD Yiwika,beliau Setelah memimpin Misa di Kapela Wagasilimo Wadangku dalam Homilinya menegaskan Tentang Persaudaraan,bagaimana kita memupuk tali persaudaraan itu agar tetap tumbuh dan hidup diantara orang yang muda dan orang yang tua tanpa melihat perbedaan
Sebelum Berkat penutup Frater memperkenalkan diri Yaitu Nama Lengkap Baltazher Berek OFM.Laki-laki asal dari perbatasan Negara Timur Leste dengan Indonesia ini juga mengatakan akan ada bersama umat paroki KTD Yiwika selama satu tahun yaitu mengikuti Tahun Orientasi Pastoralnya diparoki kita.
Banyak hal yang disampaikan oleh laki-laki dari perbatasan Indonesia-Timur Leste ini sebagai bukti bahwa kita khusus OMK Paroki Yiwika akan didampingi oleh beliau.
Laki-laki perbatasan ini juga,senang dengan jamuan Kasih yang disiapkan umat setempat yaitu barapin ayam,jagung,hom,hepere/hepera dan Singkong.Kunjungan Kali ini OMK juga didampingi oleh Suster Katerina FSGM,suasan persaudaraan yang semakin membaik demi merealisasikan kehendak Allah.

Pemberian Sakramen Perkawinan Kepada Pasangan Lirue Wantik dan Awika Logo oleh Pastor Modestus Teniwut OFM.Di Gedung Gereja "Paroki KTD YWK.",Minggu 11/07/21

Hari inî Minggu 21 Yuli 2021,merupakan hari bersejarah bagi kedua pasangan ini,mereka masuk dalam Hadirat Allah sebagai Keluarga...